Website Resmi PP Darul Ulum Banyuanyar Info: 087888868818

Silaturahmi Guru Tugas, Momentum Evaluasi dan Penguatan Khidmah

Silaturahmi Guru Tugas, Momentum Evaluasi dan Penguatan Khidmah

BANYUANYAR — Divisi Guru Tugas Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar Silaturahmi Guru Tugas sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu, 13 Rabi’ul Awal 1448 H/26 Agustus 2026 M. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Banyuanyar tersebut menjadi momentum evaluasi perjalanan pengabdian guru tugas pada paruh pertama masa khidmah 2026–2027.

Kegiatan dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., Ketua Umum Pengurus Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari, Rektor Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, Lc., M.A., Sekretaris Umum, Wakil Ketua Umum Pengurus Bidang Humas Dzulbahar, S.Hum., Wakil Ketua Umum Pengurus Bidang Dewan Ishlah, Wakil Bendahara, serta jajaran pengurus dan guru tugas.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ummul kitab dan doa, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum Pengurus, Drs. H. Moh. Khalil Asy’ari. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga berbagai capaian positif yang telah terbentuk selama enam bulan pertama masa pengabdian.

Menurutnya, kedisiplinan, kekompakan, dan rekam jejak positif selama paruh pertama harus dipertahankan sebagai fondasi untuk melanjutkan khidmah. Evaluasi yang telah dilakukan juga diharapkan menjadi pijakan untuk memperbaiki berbagai aspek yang masih belum optimal.

Selain itu, para guru tugas diingatkan untuk terus menjaga komitmen, istiqamah, serta menjauhi berbagai pelanggaran kode etik. Enam bulan terakhir masa khidmah harus dimanfaatkan secara maksimal agar seluruh amanah dapat dituntaskan dengan baik.

“Jangan sampai semangat dan kualitas kerja menurun di tengah perjalanan. Justru enam bulan terakhir harus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan menyelesaikan amanah dengan sebaik-baiknya,” menjadi inti pesan evaluatif yang disampaikan dalam forum tersebut.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., memberikan wejangan mengenai hakikat seorang pendidik. Menurut beliau, tugas guru tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup proses mendidik dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.

Dalam aspek pedagogis, guru dituntut mampu menyampaikan materi secara efektif, kontekstual, dan mudah dipahami. Guru juga harus memperhatikan perkembangan belajar siswa serta memberikan bimbingan kepada mereka yang mengalami kesulitan.

Lebih jauh, guru tugas memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter siswa. Etika, tata krama, tutur kata yang santun, serta nilai-nilai agama dan moral harus menjadi bagian dari proses pendidikan.

Keteladanan tersebut juga tercermin dari penampilan dan sikap guru. Kerapian rambut, pakaian yang bersahaja khas santri, serta perilaku yang mencerminkan kedewasaan moral menjadi bagian penting dari pendidikan yang diberikan melalui contoh.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Apa yang dilihat dan dirasakan oleh murid dari gurunya akan menjadi bagian dari proses pendidikan,” menjadi salah satu pokok penting dalam amanat pengasuh.

Setelah penyampaian amanat, Ketua Divisi Guru Tugas, Khofif, M.Pd., membacakan tata tertib musyawarah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab yang dipimpin langsung oleh Dzulbahar, S.Hum.

Forum tersebut berlangsung secara interaktif dengan mempertemukan guru tugas, pengurus, dan pengasuh. Berbagai pengalaman, hasil evaluasi, serta persoalan yang ditemui selama enam bulan pertama masa pengabdian menjadi bahan pembahasan bersama.

Dalam aspek sosial dan manajerial, guru tugas juga diarahkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aman, kondusif, dan saling menghargai. Komunikasi yang baik dengan orang tua atau wali murid juga menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

Silaturahmi ini akhirnya tidak hanya menjadi agenda pertemuan dan evaluasi, tetapi juga menjadi ruang penguatan kembali semangat khidmah. Setelah melewati setengah perjalanan masa tugas, para guru tugas diharapkan mampu melanjutkan pengabdian dengan komitmen yang lebih kuat, kualitas kerja yang lebih baik, dan keteladanan yang semakin nyata.

Dengan demikian, enam bulan terakhir masa khidmah 2026–2027 diharapkan menjadi fase untuk menjaga yang sudah baik, memperbaiki yang masih kurang, dan menuntaskan amanah dengan sebaik-baiknya.