Website Resmi PP Darul Ulum Banyuanyar Info: 087888868818

Mengajar Itu Mudah, Mendidik Itu Amanah

Mengajar Itu Mudah, Mendidik Itu Amanah

GURU tidaklah sederhana. Dalam bahasa Arab, istilah guru memiliki banyak makna, seperti mu‘allim, ustaz, dan murabbi.

“Guru itu bukan hanya sekadar mengajar atau transfer of knowledge, tetapi memiliki makna yang luas dan tanggung jawab yang besar,” ungkap Ustaz Masrur Hambali, S.Pd.I saat menyampaikan materi Pembekalan Calon Guru Tugas Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar, Sabtu (11/04/2026).

Ia kemudian merinci beberapa peran utama seorang guru. Pertama, sebagai pengajar yang menyampaikan ilmu. Kedua, sebagai pembimbing yang mengarahkan peserta didik. Ketiga, sebagai pemberi petunjuk, yakni menunjukkan mana yang benar dan mana yang lebih baik. Dan keempat, sebagai sosok yang mendoakan peserta didiknya.

Menurutnya, realitas yang sering terjadi adalah banyak pendidik hanya berhenti pada peran pertama, yaitu mengajar. Padahal, pendidikan sejati menuntut keterlibatan yang lebih dalam.

“Jangan sampai kita hanya menjadi guru yang sekadar menyampaikan materi, tetapi tidak hadir sebagai pembimbing dan penuntun bagi santri,” tegasnya di hadapan peserta.

Lebih lanjut, ia menguraikan konsep tarbiyah yang menjadi dasar pendidikan dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa mendidik bukanlah proses instan, melainkan proses bertahap yang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.

Ia mengutip pandangan Mustafa al-Ghalayaini:

التربية هي غرس الأخلاق الفاضلة في نفوس الناشئين

“Tarbiyah adalah menanamkan akhlak-akhlak mulia dalam jiwa generasi muda.”

Dari kutipan tersebut, ia menegaskan bahwa inti pendidikan bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan akhlak. Seorang guru harus mampu menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam diri peserta didik, bukan sekadar memenuhi target pembelajaran.

Ia juga menyinggung pentingnya metode dalam mendidik. Menurutnya, ilmu harus diberikan secara bertahap (step by step), tidak sekaligus, agar dapat dipahami dan dihayati oleh peserta didik.

“Proses pendidikan itu seperti menanam. Butuh waktu, butuh kesabaran, dan tidak bisa instan,” jelasnya.

Tausiyah tersebut memberikan penguatan moral bagi para calon Guru Tugas agar tidak hanya siap secara keilmuan, tetapi juga matang secara sikap dan tanggung jawab.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sesi ini dipandu oleh moderator Abdus Salam Cahya Sasmita, di mana para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar peran dan tantangan menjadi guru di lapangan.

Sebagai penutup, panitia memberikan penghargaan kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan motivasi yang telah disampaikan.

Kegiatan pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon Guru Tugas, agar mereka mampu mengemban amanah sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, membentuk akhlak, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi berikutnya.