Menelusuri Jejak Langkah Pondok Pesantren Banyuanyar
Nama "Banyuanyar" berasal dari bahasa Jawa yang berarti "Air Baru". Hal ini merujuk pada penemuan sumber mata air besar oleh Kiai Itsbat di lahan yang dulunya gersang. Sumber air tersebut tetap melimpah dan tidak pernah surut hingga saat ini, menjadi simbol keberkahan bagi pesantren.
Didirikan oleh Kiai Itsbat bin Ishaq. Dimulai dari sebuah langgar (musalla) kecil di atas tanah tegalan yang sempit dan gersang.
Pesantren mulai berkembang pesat menjadi pusat pembelajaran kitab kuning dan pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Nama "Darul Ulum" mulai digunakan secara formal untuk menaungi berbagai lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal di bawah pesantren.
Menjadi salah satu pesantren besar yang mengintegrasikan nilai salaf dengan pendidikan modern untuk menjawab tantangan zaman.