Mempersiapkan santri dengan keahlian spesifik guna menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai salafiyah.
Pusat pengembangan komunikasi internasional yang mewajibkan lingkungan dwibahasa aktif bagi anggotanya.
Wadah bagi santri untuk mengasah intelektualitas melalui tulisan ilmiah, jurnalistik, dan sastra.
Mengintegrasikan teknologi informasi dalam dakwah dan membekali santri dengan kemandirian ekonomi.
Banyuanyar dikenal dengan inovasi metode belajar cepat (Amsilati, Al-Iktisyaf, dll) yang memungkinkan santri menguasai kaidah bahasa Arab dan baca kitab dalam waktu singkat.
"Menjadi santri yang tidak gagap teknologi, namun tetap teguh memegang prinsip thurats (tradisi)."