BANYUANYAR — Kabar membanggakan kembali datang dari alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan. Dua alumni Banyuanyar berhasil menorehkan prestasi dalam ajang International Conference Santri Mendunia (ICSM) Batch 6 yang berlangsung di Malaysia pada 5–11 Agustus 2026.
Keduanya adalah Moh Muhibbul Aman, alumni angkatan 2023 asal Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, yang berhasil meraih Top 1 Best Speaker dalam kategori Lomba Debat Internasional, serta Moh. Mahfudzi Murtaqi yang meraih penghargaan 1 Best Group dan Most Outstanding Participant.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Darul Ulum Banyuanyar. Keduanya tidak hanya membawa nama daerah asal, tetapi juga almamater pesantren dalam kegiatan yang mempertemukan santri dan mahasiswa pilihan dari berbagai daerah di Indonesia.
Moh Muhibbul Aman berhasil meraih penghargaan Top 1 Best Speaker atau Pembicara Terbaik Pertama dalam kategori Lomba Debat Internasional.
Capaian tersebut diraih setelah Muhibbul Aman terlebih dahulu mengikuti proses seleksi di Indonesia. Setelah dinyatakan lolos, ia menjadi salah satu delegasi dalam ICSM Batch 6 yang diikuti sekitar 100 hingga 150 santri dan mahasiswa pilihan dari berbagai pondok pesantren serta perguruan tinggi di Indonesia.
“Semua peserta dalam negeri telah melewati tes seleksi sebelum berangkat ke luar negeri untuk melaksanakan lomba tersebut, dan alhamdulillah saya lolos di tahap awal seleksi itu,” tutur Muhibbul Aman.
Selain mengikuti kompetisi debat, para peserta juga mengikuti rangkaian rihlah ilmiah dan kunjungan akademik ke tiga negara, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Sejumlah lembaga pendidikan yang dikunjungi antara lain Singapore Management University (SMU) di Singapura, International Islamic University Malaysia (IIUM) di Malaysia, serta Jamiah Islamiyah Syeikh Daud Al-Fatani (JISDA) di Thailand Selatan.
“Selain terdapat lomba debat, di dalamnya juga kita diajak ke tiga negara, antara lain Singapura, Malaysia dan Thailand, untuk study banding ke universitas dan pondok pesantren di tiga negara tersebut,” jelasnya.
Saat ini, Muhibbul Aman tercatat sebagai mahasiswa semester 5 Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Prestasi serupa juga ditorehkan Moh. Mahfudzi Murtaqi, alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, yang turut menjadi peserta dalam kegiatan ICSM Batch 6.
Dalam ajang tersebut, Mahfudzi berhasil memperoleh dua penghargaan, yakni 1 Best Group dan Most Outstanding Participant.
Penghargaan tersebut menjadi bukti atas kemampuan Mahfudzi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sekaligus menunjukkan kontribusi dan keaktifannya selama program berlangsung.
Keberhasilan Mahfudzi bersama Muhibbul Aman menunjukkan bahwa para alumni Banyuanyar mampu mengambil peran dalam berbagai ruang akademik dan pengembangan diri, termasuk dalam forum yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan dilaksanakan di tingkat internasional.
ICSM Batch 6 bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi santri dan mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, berkompetisi, serta mengenal lebih dekat perkembangan pendidikan di berbagai negara.
Keberhasilan dua alumni Darul Ulum Banyuanyar dalam kegiatan tersebut menjadi catatan positif bagi perjalanan alumni pesantren. Dari lingkungan pendidikan pesantren, mereka melangkah ke ruang akademik yang lebih luas dan menunjukkan kemampuan di tengah peserta dari berbagai daerah.
Prestasi Muhibbul Aman sebagai Top 1 Best Speaker, serta capaian Mahfudzi Murtaqi sebagai peraih 1 Best Group dan Most Outstanding Participant, menjadi kabar yang membanggakan bagi keluarga besar Darul Ulum Banyuanyar.
Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan berani mengambil kesempatan di berbagai bidang.
Sebab, perjalanan seorang santri tidak berhenti ketika ia meninggalkan pesantren. Nilai, ilmu, keberanian, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh dan membawa nama almamater di berbagai penjuru.