Website Resmi PP Darul Ulum Banyuanyar Info: 087888868818

Peduli Al-Qur`an, Santri Banyuanyar dan Masyarakat Pamekasan Gelar Aksi Damai

Peduli Al-Qur`an, Santri Banyuanyar dan Masyarakat Pamekasan Gelar Aksi Damai

Pamekasan - Sekitar jam 09.00 WIB, ribuan massa turun jalan dari Arek Lancor menuju gedung DPRD Pamekasan. Senin (30/01).

Aksi tersebut dilakukan dalam rangka Aksi Damai Bela Al-Qur`an oleh para mahasiswa dan masyarakat yang dilatarbelakangi oleh pembakaran salinan Al-Qur`an oleh Rasmus Paludan pada 21 Januari 2023 di Swedia dan Denmark.

Kecewa atas peristiwa tersebut dan tidak adanya respon pemerintah, mahasiswa dan masyarakat melakukan tuntutan agar pemerintah bisa bersikap tegas memproses kejadian tersebut dengan memutuskan hubungan diplomatik dan memboikot produk dengan negara dimaksud.

"Sangat disayangkan Pemerintah Republik Indonesia tidak ada tindakan tegas dalam merespon adanya tindakan biadab yang telah menyakiti umat Islam seluruh dunia tersebut." Ucap Orator pada aksi tersebut.

Aksi tersebut diprakarsai oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa STAI Darul Ulum Banyuanyar, Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar, dan Ikatan Keluarga Tahfid Al-Qur`an Banyuanyar, serta diikuti oleh para santri dari berbagai pesantren di Pamekasan dan Sampang, juga oleh masyarakat Pamekasan yang peduli atas penistaaan Al-Qur'an.

Perwakilan tokoh masyarakat, Drs. H. Moh. Khalil Asy`ari, menyampaikan bahwa aksi tersebut murni dari  kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur`an.

"Aksi ini murni dari rasa cinta masyarakat Islam untuk membela Al-Qur`an, bukan untuk memprotes kebijakan pemerintah ataupun iming-iming politik." Kata dia dalam orasinya.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin, menerima tuntutan tersebut setelah melakukan rapat di gedung DPRD Pamekasan.

Hadir dalam aksi itu para ulama dari Pamekasan dan Sampang. Di antaranya adalah RKH. Sholahuddin Syamsul Arifin, RKH. Moh. Ali Salim, RKH. Abdul Aziz Syahid, RKH. Minnatullah Hasan, RK. Hasan Bakir, RKH. Faiq Abdul Ghafur, KH. Ismael Abdul Hamid, KH. Yasin Saifullah, KH. Abdul Majid Bahri, dan puluhan ulama lainnya. (Elfany/Amier/AlBanna)

​​

Topik Terkait:
Tidak ada tag untuk berita ini.