Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Untun itu maka dibutuhkan yang namanya unsur-unsur pendidikan diantaranya; kurikulum, peserta didik, pendidik, interaksi edukatif, materi pendidikan, lingkungan pendidikan, alat dan metode pendidikan.
Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran memberikan makna bahwa di dalam suatu kurikulum terdapat panduan interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan dengan lebih baik.
Peserta didik
Merupakan orang yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu. Mudahnya, peserta didik adalah orang yang ingin menempuh pembelajaran untuk mengembangkan potensinya lewat pendidikan.
Pendidik
Pendidik adalah pengajar yang akan mengajar dan melatih peserta didik dalam suatu kegiatan pembelajaran. Dalam sisdiknas: “Pendidik adalah tenaga pengajar yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan”.
Interaksi edukatif
Tanpa adanya proses interaksi antara pengajar dan peserta didik yang melibatkan materi pembelajaran, maka pembelajaran tidak terlaksana dan pendidikan tidak dapat terbangun. Dalam sisdiknas definisi interaksi edukatif adalah “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar”.
Isi pendidikan/materi pendidikan
Merupakan materi-materi yang diajarkan dalam proses pembelajaran yang bertujuan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara ke arah yang lebih baik lagi.
Lingkungan pendidikan
Merupakan tempat manusia berinteraksi timbal balik sehingga kemampuannya dapat terus dikembangkan ke arah yang lebih baik lagi. Lingkungan pendidikan sering dihubungkan dengan tripusat pendidikannya, yaitu: keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Alat dan metode pendidikan
Alat yang dimaksud di sini adalah berbagai alat dan media pembelajaran yang dapat menyokong hingga mengembangkan lingkungan pembelajaran menjadi lebih kondusif dan efisien dalam pelaksanaannya. Alat dapat sesederhana spidol dan papan tulis, proyektor untuk menampilkan media pembelajaran slide show presentasi, hingga ke media pembelajaran berbasis TIK.
Sementara itu, metode adalah kerangka kerja atau langkah-langkah yang disiapkan untuk menyajikan pendidikan agar lebih efektif dan efisien dalam tujuan tertentu. Misalnya, metode ceramah dapat digunakan untuk mengajarkan pembelajaran teori. Praktikum dapat diterapkan pada pendidikan keterampilan atau keahlian.
Pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk krakter individu, mengembangkan empati, memahami persepektif orang lain. Maka dibutuhkan intraksi antar orang lain. Untuk mengembangkan hal tersebut maka keluarga sangat dibutuhkan dalam sebuah pendidikan.
Lingkungan keluarga merupakan salah satu pilar utama untuk membentuk baik buruknya pribadi seorang anak dalam beretika, moral, dan pembentukan akhlak, juga menjadi sumber pengetahuan anak baik dalam kandungan samapai usia lanjut.
Lingkungan keluarga dapat menentukan proses pendidikan yang diperoleh anak, tidak hanya disekolah akan tetapi semua faktor bisa dijadikan sumber pendidikan diantaranya lingkungan keluarga(pendidikan informal), lingkungan sekolah(pendidikan formal), dan lingkungan masyarakat(pendidkan nonformal).
Lingkungan keluarga(pendidikan informal) wajib menyiapkan pendidikan untuk anaknya didalam membenyu krakter yang baik, berjiwa sosial, bersikap yang beradap, dan terampil dalam skilnya(kemampuan).
Lingkungan keluarga dalam pengembangan anak dapat diberikan melalui pengawasan intim dan ekstem
Tapi kebanyakan orang tua sekarang berfikir bahwasanya mereka hanya berkawajiban untuk menyekolahkan dan membanyar uang sekolahnya saja, dan mempercayakan semua kepada sekolah untuk memperbaiki dan merubah pola tingkah laku anaknya.
Juga ada yang berfikir jika anaknya sudah menginjak remaja, orang tua tidak perlu mengawasi terlal dalam tentang pendidikan anaknya, jika tidak sekolah maka dicarikan calon suami agar tanggung jawabnya bisa terbagi.
Pandangan yang keliru ini harus dibenahi karena akan membawa dampak negative kepada anak, seharusnya seorang anak harus mendapatkan pendidikan yanag baik dan membutuhkan dorongan/ semangat dari orang tua untuk menumbuhkan semangat bagi mereka.
(Oleh: Motiatul Andayani, Prodi MPI, Semester 1)