Website Resmi PP Darul Ulum Banyuanyar Info: 087888868818

"Jangan Terjebak 'Syighal ‘anil Maqsud"

"Jangan Terjebak 'Syighal ‘anil Maqsud"

“Jangan sampai terjatuh pada syighāl ‘anil maqsūd dan khurūj ‘anil maqsūd sibuk dengan sesuatu yang melalaikan dan keluar dari arah tujuan.”

Demikian dawuh Pengasuh, RKH. Hasbullah Muhammad, Lc., yang menekankan pentingnya menjaga fokus dalam menjalankan amanah Guru Tugas. Beliau mengingatkan agar para Guru Tugas tidak larut dalam hal-hal yang tidak membawa pada tujuan pengabdian.

“Jauhi la‘ibun wa lahwun,” tegas beliau. Hal-hal yang bersifat permainan dan melalaikan hendaknya ditinggalkan.

Beliau memberikan perumpamaan sederhana namun mengena,
“Kalau anak kecil seperti Upin Ipin, memang dunianya bermain. Tapi kalian ini sudah calon guru tugas, maka tinggalkan dulu yang melalaikan, yang hanya membuang-buang waktu.”

Sebaliknya, beliau mengarahkan agar para Guru Tugas benar-benar mempersiapkan diri dalam tugasnya.

“Fokus pada i‘dādud dars persiapkan materi pelajaran dengan baik. Setelah itu dievaluasi, baik hasil maupun metode yang digunakan.”

Semua itu, lanjut beliau, dilakukan secara bertahap.

“Lakukan secara khutwatan bi khutwah, selangkah demi selangkah. Sedikit demi sedikit akan menjadi besar.”

Dalam penyampaiannya, beliau juga mengingatkan agar tidak bersikap tergesa-gesa.

“Jangan isti‘jāl. Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Itu mengajarkan kita untuk bit ta’annī, tidak tergesa-gesa.”

Beliau mencontohkan para masyaikh dan ulama yang dalam menyampaikan ilmu selalu tenang dan terukur.

“Kalimat demi kalimat, tidak terburu-buru,” ungkap beliau, seraya mengingatkan bahwa dalam mengajar pun harus demikian tenang dan bertahap.

Selain itu, beliau menyinggung kebiasaan yang perlu ditinggalkan.

“Jangan lagi ada istilah ‘kebut semalam’. Belajar hanya saat menjelang ujian harus diubah.”

Beliau menegaskan bahwa para Guru Tugas adalah cermin bagi masyarakat.

“Apa yang kalian lakukan menjadi hujjah bagi masyarakat. Maka jangan sampai menjadi uswatun sayyi’ah, tetapi jadilah uswatun hasanah.”

Terkait penggunaan HP Android, beliau menegaskan pentingnya pembatasan.

“Agar tidak terjerumus dalam lahwun wa la‘ibun, seperti permainan yang melalaikan,” dawuh beliau, sembari memohon kepada para PJGT untuk tidak memberikan kelonggaran dalam hal tersebut.

Sebaliknya, waktu para Guru Tugas hendaknya diisi dengan hal-hal yang lebih utama.

“Gunakan untuk mengulang pelajaran, mempersiapkan i‘dādud dars, serta menjaga istiqamah amalan pesantren, seperti muthāla‘ah dan takrīrul hifdz.”

Terlebih bagi para penghafal Al-Qur’an, beliau menegaskan pentingnya memberikan ruang untuk murāja‘ah.

“Bahkan ada yang ingin tidak ditugas demi menyempurnakan hafalan, namun tetap ditugaskan agar bisa belajar di masyarakat sambil menjaga hafalannya.”

Di akhir, beliau menegaskan kembali inti pesan yang sederhana namun dalam.

“Gunakan waktu sebaik mungkin untuk melancarkan hafalan, mengulang pelajaran, dan mempersiapkan materi pengajaran dengan sebaik-baiknya.”

Dawuh ini disampaikan dalam acara Pelepasan Guru Tugas Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar pada Ahad, 19 April 2026.