Website Resmi PP Darul Ulum Banyuanyar Info: 087888868818

Pentingnya Menyenangkan Hati Orang Lain

Pentingnya Menyenangkan Hati Orang Lain

MENJELANG tanggal 12 Rabiul Awal yang merupakan hari lahirnya baginda Nabi Muhammad Saw. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar mengizinkan seluruh santri untuk berlibur dan menjalankan maulid nabi di rumahnya masing-masing.

Dalam acara yang digelar pada 16/10/21 itu, KH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin, Lc. memberikan tausyiah dan pesan kepada pengurus dan santri.

"Kita semua dalam keadaan menunggu, baik menunggu hari libur, ataupun perkara lainnya. Jadi marilah kita isi dengan istighfar." Ungkap beliau, dalam membuka tausyiahnya. Beliau berusaha mengingatkan kesahalan yang kita lakukan, baik disengaja maupun tidak sengaja.

"Marilah kita isi dengan introspeksi diri, muhasabah nafs. Bagaimana kita memperbaiki diri untuk lebih baik." Ajak beliau kemudian. Di antara kebaikan yang paling penting dilakukan adalah menyenangkan hati orang lain. beliau menyampaikan sebuah hadist:

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ 

“..Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.”

Setelah itu beliau teringat pada sebuah cerita yang pernah disampaikan sepupunya kepada KH. Muhammad Syamsul Arifin, saat itu beliau turut mendengarkan. Orang itu bermimpi tentang mertua KH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin yaitu KH. Nuruddin Baqir. Dalam mimpinya dia melihat rumah yang sangat besar, tetapi beberapa lantai dan temboknya masih belum selesai dibangun.

Pada saat orang itu melihat ke dalam, sungguh luar biasa mengahnya, permadaninya lembut. Di dalam itulah ada KH. Nuruddin Baqir seraya berucap, “Aku tidak punya amal yang banyak. Tapi aku senang membahagiakan orang lain.”

Kata beliau, ungkapan tersebut senada dengan hadist Nabi:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ 

“Barang siapa yang menghilangkan kesusahan seseorang, maka akan dilepaskan kesusahannya oleh Allah pada hari kiamat.”

Bermimpi orang shaleh dan apa yang dikatakan itu memang benar adanya, karena orang yang shaleh yang telah wafat, tidak mungkin ada keinginan duniawi dan hawa nafsu. Beliau menjelaskan pendapat Ibnu Sirin.

Terakhir beliau berpesan untuk terus memanjatkan tiga do’a kepada Allah Swt. yaitu: Memohon semoga Khusnul khatimah, kesempatan untuk taubat sebelum mati dan Ketetapan iman dan taqwa. Di sela-sela do’a diutamakan untuk memperbanyak shalawat kepada Rasulullah Saw, terutama di bulan Maulid ini.

 

Topik Terkait: