BANYUANYAR – Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar Haul ke-5 Almaghfurlah RKH. Muhammad Syamsul Arifin, Haul ke-13 Almaghfurlah Nyai Hj. Halimah Baqir, Haul Masyayikh Banyuanyar, Serasehan Kalam Hikmah Masyayikh Banyuanyar dan Kebanyuanyaran, sekaligus Pembukaan Pena SANTRI 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026 bertepatan dengan 13 Muharram 1448 H. Kegiatan yang dipusatkan di halaman utama asrama Pondok Pesantren Banyuanyar tersebut dihadiri oleh jajaran majelis keluarga, pengasuh, alumni, asatidz, serta ribuan santri.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut segenap Majelis Keluarga Pondok Pesantren Banyuanyar, di antaranya Raden KH. Maulana Ishak Nuruddin, Raden Kiai Taufik Nuruddin, Raden KH. Ahmad Ibnu Bakir, Raden KH. Baqir Hasan Baqir, Raden KH. Muhammad Basyir, Raden KH. Abdullah Hanan Tibyan, Raden KH. Faiq Abdul Ghafur, Raden KH. Habib Hasan Bakir, Raden KH. Fawasz Abdul Ghafur, Raden KH. Yasin Jarullah Hasan Bakir, Raden KH. Abdul Latif Hasbullah, Raden KH. Hasan Nuruddin, Raden KH. Yusuf Amin, Raden K.H. Absor Amin, Raden KH. Yusri, Lc., serta Raden KH. Badurs Soleh.
Hadir pula Ketua Pengurus Pondok Pesantren Banyuanyar sekaligus Dewan Penasehat DPP PERADABAN, Ketua Dewan Pakar DPP PERADABAN Dr. K.H. Abdul Mukti Tabrani, Ketua Umum DPP PERADABAN Prof. Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag., para asatidz Pondok Pesantren Banyuanyar, Pengurus Wilayah PERADABAN, santri, serta santri dari berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan khususan al-Fatihah yang dipimpin oleh KH. Hafifi, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin oleh KH. Muhammad Musaddad, kemudian tahlil yang dipimpin oleh RKH. Muhammad Basyir Azzahidi sebagai doa bersama untuk para masyayikh dan pendahulu Pondok Pesantren Banyuanyar.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PERADABAN, Prof. Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag., menyampaikan penghormatan kepada para masyayikh, tokoh masyarakat, serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang telah mendukung terselenggaranya Pembukaan Pena SANTRI 2026.
Beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan Pembukaan Pena SANTRI tahun ini sengaja dirangkai dengan haul Almaghfurlah RKH. Muhammad Syamsul Arifin dan Almaghfurlah Nyai Hj. Halimah binti Abdul Hamid Bakir sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan atas jasa dan perjuangan keduanya dalam membangun Pondok Pesantren Banyuanyar.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Zainuddin juga memaparkan perkembangan organisasi Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (PERADABAN) yang menghimpun berbagai lapisan alumni, mulai dari remaja, mahasiswa, hingga alumni angkatan senior. Selain itu, beliau memperkenalkan program kesehatan yang tengah dipersiapkan PERADABAN sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendampingi pesantren melalui penyediaan klinik utama bagi para santri.
Lebih jauh, beliau mengklasifikasikan alumni ke dalam tiga kategori. Pertama, alumni yang bermanfaat, yakni alumni yang mengamalkan ilmu yang diperoleh selama mondok, mengabdi kepada masyarakat, serta selalu berada di garda terdepan setiap kali Pondok Pesantren Banyuanyar menyelenggarakan kegiatan.
"Kategori alumni yang bermanfaat adalah mereka yang memperoleh ilmu yang nafi', mengamalkannya di tengah masyarakat, berkhidmah kepada umat, dan selalu siap mengabdikan dirinya untuk Pondok Pesantren Banyuanyar kapan pun dibutuhkan," ungkapnya.
Kategori kedua adalah alumni yang mengambil manfaat atau ngalak manfaat, yaitu alumni yang masih memiliki hubungan dengan pesantren meskipun pengabdiannya disertai harapan memperoleh sesuatu. Menurutnya, kelompok ini masih lebih baik dibandingkan alumni yang sama sekali memutus hubungan dengan almamaternya.
Adapun kategori terakhir adalah alumni yang tidak bermanfaat, yaitu mereka yang telah memutus jaringan dengan pesantren sehingga kehilangan hubungan pengabdian kepada almamater.
Menutup sambutannya, Prof. Zainuddin menegaskan pentingnya istiqamah dalam mengabdi. Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang menggantungkan dirinya kepada guru dan kiainya tidak akan pernah menemui kegagalan. Karena itu, ia mengajak seluruh santri dan alumni untuk terus menjaga semangat khidmah kepada Pondok Pesantren Banyuanyar.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh RKH. Abdul Latif Hasbullah yang mewakili Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar. Beliau menyampaikan salam takzim kepada seluruh dewan pengasuh, khususnya RKH. Rafi'e Husein Muhammad Syamsul Arifin dan RKH. Salahuddin Al-Ayyubi Muhammad Syamsul Arifin, seraya mendoakan kesehatan, keberkahan, dan umur panjang bagi keduanya dalam membimbing pesantren.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada DPP PERADABAN yang telah menginisiasi sekaligus menyelenggarakan kegiatan haul dan Pembukaan Pena SANTRI 2026. Menurutnya, PERADABAN telah menjadi wadah yang sangat baik dalam mempererat silaturahmi antara santri dan alumni Pondok Pesantren Banyuanyar.
"Melalui organisasi ini, seluruh alumni dan santri memiliki ruang untuk terus terhubung dengan pesantren, menjaga tali persaudaraan, sekaligus mengharap keberkahan melalui doa bersama kepada para masyayikh," tuturnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan Serasehan Kalam Hikmah Masyayikh Banyuanyar dan Kebanyuanyaran yang menghadirkan para dzurriyah masyayikh, yaitu KH. Salahuddin Al-Ayyubi Muhammad Syamsul Arifin, KH. Baqir Hasan Bakir, KH. Faiq Abdul Ghafur, KH. Abdul Latif Hasbullah, KH. Fawasz Abdul Ghafur, KH. Abdullah bin KH. Abdul Hannan Tibyan, serta KH. Hasan Nuruddin bin Hasbullah.
Dalam forum tersebut, para narasumber mengulas berbagai keteladanan para pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar. Nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, adab kepada guru, semangat mengabdi, menjaga sanad keilmuan, serta komitmen merawat tradisi keilmuan pesantren menjadi pokok-pokok hikmah yang diwariskan kepada generasi santri dan alumni.
Serasehan tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bersama mengenai makna Kebanyuanyaran, yaitu identitas yang tidak hanya diwujudkan melalui kebanggaan sebagai alumni, tetapi juga melalui akhlak, pengabdian, loyalitas kepada guru, serta kesediaan meneruskan perjuangan pesantren di tengah masyarakat.
Rangkaian Haul Masyayikh Banyuanyar dan Pembukaan Pena SANTRI 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ikatan spiritual antara santri, alumni, dan para masyayikh. Lebih dari sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keberlanjutan perjuangan Pondok Pesantren Banyuanyar bertumpu pada lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, dan istiqamah mengabdi kepada agama, masyarakat, serta almamater tercinta.