Banyuanyar — Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar menggelar acara Lepas Pisah Siswa Kelas Akhir pada Kamis (09/04/2026) di Masjid Banyuanyar. Kegiatan ini diikuti oleh 577 siswa kelas akhir dari berbagai lembaga, yakni Madrasah Aliyah Darul Ulum Banyuanyar, Sekolah Menengah Atas Tahfiz Darul Ulum Banyuanyar, Sekolah Menengah Kejuruan Darul Ulum Banyuanyar, serta Sekolah Menengah Atas Al-Isbatiyah Darul Ulum Banyuanyar.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus LPI Darul Ulum Banyuanyar Drs. H. Moh. Khalil Asy'ary, Wakil Ketua Pengurus Bidang Madrasiyah Prof. Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag., Wakil Ketua Pengurus Bidang Ma’hadiyah Baisuni Salim, M.Pd., Wakil Rektor III Institut Darul Ulum Banyuanyar Samsul AR, M.Pd., Sekretaris Umum Pengurus Masturil Kirom, S.Pd.I, serta seluruh kepala sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Islam Darul Ulum.
Acara berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan menengah atas sekaligus awal pengabdian para siswa di tengah masyarakat.
Di pertengahan acara, dilaksanakan prosesi pemberian sertifikat dan lencana sebagai bentuk penghargaan kepada para siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan. Prosesi ini menjadi simbol keberhasilan sekaligus amanah baru bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
Dalam sambutannya, Drs. H. Moh. Khalil Asy’ary menegaskan bahwa lepas pisah bukanlah akhir dari proses belajar. Ia mengingatkan para siswa agar tidak berhenti menuntut ilmu dan terus mengembangkan diri.
Ia juga mengutip firman Allah Swt., “Waltanzhur nafsun mā qaddamat lighad,” yang bermakna bahwa setiap manusia harus mempersiapkan bekal untuk masa depan. Menurutnya, seluruh proses pendidikan yang telah ditempuh siswa merupakan investasi untuk kehidupan yang akan datang.
Selain itu, ia menekankan pentingnya mengamalkan ilmu. Ilmu yang tidak diamalkan, menurutnya, tidak akan memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak cepat puas dengan satu bidang ilmu saja, melainkan terus belajar dan memperluas wawasan.
“Jadilah seperti lebah yang hanya mengambil yang baik dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang,” pesannya.
Senada dengan itu, Prof. Zainuddin Syarif dalam penyampaiannya menegaskan bahwa ilmu akan mengantarkan seseorang pada tiga posisi penting dalam kehidupan, yakni derajat yang tinggi (‘illiyyin), akhlak yang mulia, serta kemampuan untuk memimpin atau berpengaruh (al-mulk).
Ia juga mengingatkan bahwa masa belajar yang telah ditempuh, baik selama 6, 9, maupun 12 tahun, bukanlah akhir dari perjalanan. Menurutnya, menuntut ilmu merupakan proses sepanjang hayat yang tidak boleh berhenti.
“Ilmu bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus membentuk akhlak dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Zainuddin menegaskan bahwa seseorang yang berilmu tetapi tidak memiliki akhlak yang baik patut dipertanyakan keilmuannya. Ia mengajak para siswa untuk menjaga keseimbangan antara ilmu dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain sesi sambutan, acara juga diisi dengan sosialisasi dari Wakil Rektor III Institut Darul Ulum Banyuanyar, Samsul AR, mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru. Dalam paparannya, ia menjelaskan mekanisme pendaftaran bagi para lulusan setelah menyelesaikan masa pengabdian sebagai Guru Tugas.
Sosialisasi tersebut memberikan gambaran kepada para siswa mengenai jenjang pendidikan selanjutnya, sekaligus mendorong mereka untuk melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi.
Acara Lepas Pisah ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk melangkah ke fase kehidupan berikutnya, dengan membawa bekal ilmu, akhlak, serta semangat pengabdian yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Banyuanyar.