STIBA Lantik Pengurus ORMAWA Priode 2019-2020

By: Mukmin Faishal | 24 Februari 2019 | 171
Prosesi Pelantikan Pengurus ORMAWA STIBA DUBA Pamekasan
Prosesi Pelantikan Pengurus ORMAWA STIBA DUBA Pamekasan

Banyuanyar, 24/02/19. Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Darul ulum Banyuanyar melantik pengurus baru Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sekaligus serah terima jabatan oleh presma priode 2016-2018 pada  presma terpilih priode 2019-2020. Acara yang berlangsung di gedung Al-Majidiyah itu sekaligus merupakan pelantikan organisasi mahasiswa (ORMAWA) termasuk yang tergabung di dalamnya, Senat Mahasiswa (SEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan HIMA Prodi. Dan acara ini turut diikutii dan disaksikan oleh seluruh mahasiswa STIBA dan Civitas Akademik kampus.

Dalam sambutanya, Bpk. Syamsul AR, selaku Wakil Ketua III bidang Kerjasama dan Kemahasiswaan Berharap dengan dilantiknya rekan-rekan DEMA dan beberapa pengurus UKM kampus dapat membawa perubahan baik bagi kampus serta menciptakan sinergi yang baik guna memajukan kampus bukan hanya pada level lokal namun, harapnya dapat dikenal luas oleh masyarakat, bahkan kalau bisa tingkat dunia. Sebab, menurut beliau kampus itu dapat dikenal dan dinilai maju oleh masyarakat karena adanya organisasi dan kegiatan kemahasiswaan yang eksis di dalamnya.

Dalam acara itu, turut hadir juga ketua Yayasan Pendidikan islam Darul Ulum PP. Banyuanyar RKH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin, Lc yang berkenan untuk memimpin pelantikan dan membacakan ikrar yang juga sempat menyampaikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh Mahasiswa yang hadir saat itu.

Dalam kesempatan itu pula, berkenan memberikan tausyiah RKH. Amin Zaini Ro’ie, selaku dewan majelis keluarga besar PP. Banyuanyar menyampaikan prihal penting tentang eksistensi dan keutamaan mempelajari bahasa arab bagi masa depan dengan tema “aktualisasi peran mahasiswa di era millenial”. Menurut beliau, belajar dan memahami bahasa arab merupakan sebuah kebutuhan yang mesti dimiliki oleh seseorang terlebih seorang muslim, bukan lagi hanya menjadi sebuah pelengkap, lebih dari itu, mempelajarinya juga menentukan nasib kita terlebih kelak di akhirat. Maka dengan menjadikanya sebagai kebutuhan akan timbul rasa Raghbah dzatiyyah atau kecintaan kepada bahsa arab dalam diri seorang muslim. Di akhir tausyiahnya belaiu juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa bahwa belajar bahsa arab tidaklah sulit, barang siapa yang menganggapnya sulit minimal dia telah suul adab terhadap firman Allah yang mengatakan telah mempermudah al quran.

Dan acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh KH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin. (TAMAMI)