Setelah Terluka Aku Bahagia

By: Abd Aziz Wishol | 02 Maret 2020 | 312
Bahagia
Bahagia

Setelah Terluka Aku Bahagia

            Malam ini langit kembali menangis dengan membawa kembali semua kenangan masa lalu. Bagiku hujan adalah teman terbaik, dan hujan adalah kenangan yang kembali datang. Memang benar apa yang di katakan wira negara bahwa hujan 99% kenangan 1% cairan. Dan saat hujan datang aku kembali ingat saat bermain hujan bersama orang yang aku sayang sampai sekarang.

            Memang dulu aku pernah merasakan nikmatnya cinta sebelum nikah, dia orang yang pernah aku semogakan dalam doa dan orang yang pernah bersandar dalam resah di dadaku juga orang yang pernah aku ceritakan pada mama, cyindy namanya, gadis yang mempunyai wajah cantik jelita, pemikat hatiku sampai sekarang

@@@

26 januari 2016 masa lalu itu

            Aku duduk di teras rumah dengan malam yang indah sambil di temani alunan musik yang menyenangkan. Aku sangat bahagia sebab besok adalah hari pertama aku sekolah di SMAN 1 Jakarta, rasanya sangat membahagiakan membayangkan hari hari menyenangkan di sekolah, seperti bertemu guru baru, temen baru, atau pun mungkin akan dapat cewek semenjak jomlo. Malam semakin larut tapi aku masih sibuk membayangkan masa masa indah di sekolah nanti, tapi karna besok adalah hari pertama aku sekolah jadi aku gak mau terlambat, aku putuskan untuk tidur dengan tenang dan nyaman

            Pagi kembali kunikmati dengan segala ke indahan, burung burung kembali berlari dengan mengepakkan sayapnya. Pagi ini aku sudah siap untuk berangkat sekolah dan sekarang masih menyiapkan buku yang akan aku bawa. Setelah di rasa sudah mantap aku pun langsung berangkat, tapi aku tidak lupa untuk pamit pada mama yang sedang ada di dapur.

            “Ma.... aqil berangkat dulu ya” ucapku setelah berada dihadapan mama sambil mencium tangannya.

            “Ya.... hati hati. Kamu sudah makan?” tanya mama

            “Nanti, aku makan di sekolah saja”

            “Oh ya kalau gitu sudah sana berangkat, takut lambat”

            “Ya ma. Papa dah berangkat ma?” tanyaku

            “ Ya tadi dan papamu menyuruhmu membawa mobol jazznya”

             “ Oh gitu. Yaudah aku berangkat dulu ma, dah mama”

Aku pun berangkat dengan persaan bahagia. sekarang aku berangkat pake mobil jazz, biasanya kalau aku mau keman pasti bawa mobil marce, tapi karna mobil itu di bawa papa ya udah aku bawa mobil jazz aja. Aku pun berangkat dengan penuh bahagia dengan senyum yang terlukis indah di bibirku.

@@@

Jam 07:15 aku sudah ada di kelas, dan sekarang sudah banyak dengan siswa siswi yang masih belum  aku kenal, suasan terasa begitu adem dan tentram. Lama sekali aku berada di kelas akhirnya bel pun berbunyi, dan tak lam kemudian bu guru pun datang

            “Pagi anak anak” sapa bu guru

            “Pagi bu guru” jawab kami serentak

            “Wah semangat bener kayaknya nih” puji bu guru

            “Ya iyalah bu, kan kita mau belajar bukan mau main” ucap salah satu di antara kami

            “Ya..ya..ya. sekarang kita perkenalan saja ya”

            “Baik bu” jawab serentak

Satu persatu memperkenalkan identitas masing masing hingga akhirnya tiba pada giliran aku untuk memperkenalkan namaku. Aku pun langsung maju kedepan.

            “Selamat hari manis, manis atas senyum kalian yang sepertinya romantis” aku memulainya

            “Asyik.....“ mereka bukannya menjawab malah bersorak

            “Kenapa kok bersorak ada yang salah?” tanyaku dengan senyuman yang ku perlihatkan

            “Puitis banget lho” jawab salah satu di antara mereka

            “Ha.. ha.. ha.. biasa kok. Oh iya kenalin nama gua Moh Aqil Al Munawwar. Kalian bisa pangil gua aqil atau al, manggil apa aja terserah kalian“, ucap ku panjang lebar. aku asli jakarata deket dengan masjid istiqlal” sambungku kemudian

            Setelah aku memperkenalkan identitasku, aku pun duduk. kebetulan aku adalah yang terahir jadi bu guru pun menutup pertemuan ini dengan doa. Setelah buguru keluar aku sebenarnya ingin baca buku tapi tiba tiba dua laki laki mendekat dan menyapaku, dan mereka bernama rudi dan muslihun

            “Bro... ke kantin yuk bareng kite kite nih. Gimana?” ajak rudi

            “ok.. gak papa ayok”

Kami pun berangkat kekantin sambil bercakap cakap, entah membahas apa tapi seru gitu. Setelah sampai di kantin rudi memesan makanan yang mau kami makan. Tapi tak lama kemudian ada yang menabrakku dari belakang aku pun refleks menoleh sambil bilang

            “Eh lho kalau ja..... buset cantik benner” ucapku

            “Maaf mas gak liat, soalnya keburu buru“

            “Oh ya gak papa kok, eh kenalin namaku aqil anak ips 1 kelas 1” ucapku sambil mengulurkan tangan.

            “Udah tau, kita kan sekelas, oiya namaku cyindy” ucapnya sambal menerima uluran tanganku

            “Oooh iya lupa maaf ya” jawabku

            “Ya sama. Aku kesana dulu ya keburu nih” akhirnya dia pun pamit pergi

            “Ya silahkan”

Dia pun pergi dan aku masih saja memandangnya dengan rasa kagum. Setelah dia pergi tiba tiba muslihun memangilku untuk makan soalnya dari tadi pesananmya sudah selesai.

            “Woi sobat kenapa di liatin terus “ panggil muslihun

            “Aku jatuh cinta“ jawabku

            “What....? jatuh cinta ? sama dia? Yang benner aja lo” rudi terkejut atas apa yang aku ucapkan  tadi

            “Eeeemm.... maksudnya aku, dia cantik banget gitu” aku merubah jawabanku, ya udah kita makan aja yuk dah lapar nih” aku pun mengalihkan topik pembicaraan

            “Oke yuk udah mau bel nih jadi kita harus cepet” ucap muslihun

            Aku pun makan bersama mereka dengan bayangan cewek tadi, sungguh mulai menemukan cita di hari pertama aku sekolah ini. bel pun kembali di bunyikan tandanya bahwa jam istirahat sudah habis. Kami pun beranjak dari duduk untuk kembali kekelas tapi sebelum itu rudi membayar apa yang telah dipesannya tadi, setelah selesai membayar kami pun langsung berjalan menuju kelas.

@@@

5 bulan kemudian

            Pagi kembali di suguh padaku dengan sejuta keindahan yang tak bisa aku nilai, keindahan karya tuhan yang menakjubkan bagi setiap manusia atau pun mahluk. Sekarang hari minggu, tepatnya lagi adalah hari libur. Dan yang harus kalian ketahui bahwa aku sudah jadian minggu kemaren. sekarang aku lagi ada di taman ancol jakarta, menikmati pagi dengan cyindy, dan cyindy lagi membeli es krim. Tak lama kemudian dia pun datang.

            “Nih es nya” dia memberikannya padaku

            “Oke maka sih” aku meneriamanya, dan memakannya dan aku pun bilang “sayang kok hambar sih” kataku

            “Masak sih, cuba aku rasain” dia pun mencobanya “bohong kamu, manis kok” sambungnya

            “Masak sih mana aku coba lagi” aku pun memakanya dan kembali bilang ”eh iya ya, kok manis ya? padahal tadi hambar, mungkin karana tersentuh oleh bibirmu” gombal ku

            “ Kamu nih kalu suruh gombal” katanya

            “Kenapa salah? kalau aku ngegombal kamu?”

            “Resek tau gak?” katanya sambil mencubit pipiku

Kami pun saling main cubit cubitan sambil tertawa bersama. Sungguh bagiku adalah hari yang indah sekarang. Saat matahari sudah semakin dewasa kami pun meninggalkan taman ancol, untuk pergi ketempat yang lebih indah lagi.

@@@

3 tahun kemudian

            Sekarang adalah hari kelulusan kita dalam 3 tahun sekolah. aku bersyukur bisa lulus dari sekolah ini. aku berencana untuk melanjitkan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama cyindy. Aku ingin mengambi jurusan sastra dan budaya indonesia. sekarang aku lagi mengambil ijazah sama dia di sekolah.

            “Sayang kamu dah dapet ijazahnya?” tanyaku

            “Ya udah, ayo kalau mau pulang”

            “Oke ayo, eh gak mu mampir ke mall?”

            “ngak lain kali aja, aku sekarang pengen rebahan di rumah, lelah banget, gara gara ngurus ijazah ini” jawab nya

Kami pun pulang dengan segala ke bahagiaan yang ada pada hati kita masing masing. Perjalanan menuju rumah berjalan dengan santai, alhamdulillah gak macet seperti biasanya.

@@@

             Di teras rumah aku memandang langit yang hitam dengan butiran butiran bintang yang terlihat memesona di mata. Pikiran ku terbang kemana mana mengingat masa masa sekolah hingga lulus. lama sekali aku melamun sambil memandang langit yang hitam, aku pun di panggil oleh mama.

            “Nak sini mama sama papa punya perlu padamu”  panggil mama

            “Ya ma... “ aku pun berdiri dan berjalan menuju tempat kedua orang tua ku berada

            “Ya pa, ma ada apa?” tanya ku setelah berada di sisi mereka

            “Papa sama mama ber keinginan kamu untuk menjodohkan mu dengan anaknaya temen papa” papa memulai pembicaraan dan itu membuatku terkejut.

            “Kenapa pa? Aku udah punya pilihan lain, papa sama mama bisa ngerti aku gak sih”

            “Kamu nerima aja apa kemauan orang tua”

             “Mama gak ingat? Aku kan pernah bilang sama mama, aku sudah menemukan orang yang pas untuk aku sendiri jaga untuk mama dan papa.” Kataku dengan emosi

            “Sudahlah lupakan saja, terima saja apa yg kita mau, mungkin ini yang terbaik”

            “Tapi ma..! aku ka......”

            “Sudah cukup, kalu kamu masih ingin membantah, pergi dari rumah papa....!” bentak papa, membuat ku ketakutan dan tak mau bersuara.

Memperjuangkan apa yang tak di suka orang tua membuat ku terpaksa menerima apa yang papa sama mama ingin kan. Aku sangat sedih atas takdir yang tuhan berikan. Aku sungguh tak bisa merelakan orang yang aku cinta, karna bagiku merelakan sama halnya bunuh diri. Tapi aku berusaha bersabar atas apa yang tuhan berikan, aku tidak boleh menyalahkan takdir tuhan, aku harus menerima kejadian ini, memang orang yang kita cintai kadang memang harus untuk di lupakan.

            Sekarang aku lagi di taman bersama  cyindy setelah pagi datang dengan kesediahan yang aku rasakan. Aku ingin membicarakan tentang kemauan orang tua ku tapi rasanya ku tak mampu untuk membuka mulutku ini serasa aku bisu, tapi akhirnya aku pun memulainya dengan basa basi biasa.

            “Cyin kamu mau gak nikah sama aku?” tanyaku

            “Kalau kemauan kamu gitu ya aku harus gimana lagi, pasti mau lah” jawabnya

            “Tapi kayaknya tidak mungkin deh kalau kita bakalan nikah” aku langsung pada intinya

             “Kenapa begitu?” tanyanya bingung

            “Sebab orang tua ku ingin menjodohkan aku dengan pilihannya mereka” ucap ku dengan rasa bersalah karna telah menyakiti hatinya, aku tau dia pasti terluka atas kenyataan ini, sungguh aku malu, malu karna telah berkhianat atas janji kita dulu, janji akan selalu setia meski masalah menimpa kita.

            “Ya kalua kayak gitu masalah nya aku terima saja, lebih baik kamu ikuti apa kemauan orang tua mu karna mungkin itu yang terbaik” katanya dengan rintikkan air mata yang mulai mengalir di pipinya.

            “Jadi kamu ikhlas kan aku pergi, kamu gak marah?” tanya ku

            “Buat apa marah kalau ini sudah kenyataannya” jawabnya

Tak lama kemudian cyindy pun pamit untuk pulang. aku berniat untuk menghantarnya, karna aku masih belum tahu rumahnya cyindy yang baru semenjak kepidahannya dari rumah lamanya, tapi dia melarangku katanya dia bisa sendiri. Dia pun pulang dan aku masih memandangnya dengan rasa bersalah. Setelah kepergian cyindy aku masih duduk di taman, dan tiba tiba seseorang memegang pundakku, aku pun menoleh ternyata muslihun temen sekelasku.

            “Eh kamu hun? Ada apa?”

             “Sepatutnya aku yang bertanya lebih dulu kamu kenapa ada disini?”

            “Ngak ada apa apa kok, cuman bernostalgia aja”

Muslihun pun ikut duduk di sebelah ku, dan kami pun mulai berbincang bincang sesekali tertawa saat mengingat masa masa sekolah dulu,.dan Kata muslihun rudi sekarang sudah berada di turki melanjutkan studynya. Lama sekali kami berbincang bersama, akhirnya kami memutuskan perbincangan hangat ini dengan salam yang tak kalah hangat.

@@@

            “Nak nanti malam kita akan pergi kerumah nya orang yang papa maksud”

             “Ya ma...! aku mau mandi dulu”
aku pun pergi mandi untuk bersiap siap untuk nanti malam. sekarang aku sudah selesai mandi, dan senja sudah di jemput oleh malam pertanda semakin dekat pemberangkatan ke rumah calon mertuaku. setelah sholat ,aku bersama keluarga pun berangkat ke rumah calon mertuaku.

            Sekarang aku sudah ada di rumah calon mertuaku dan sekarang calon mertuaku  ada di hadapan ku dan lagi berbincang bersama papa. Tak lama kemudian dua orang perempuan keluar  dari kamarnya, kayaknya itu orang yang akan di jodohkan sama aku. Tapi setelah berapa jarak dari tempat duduk ku salah satu dari perempuan itu ada yang berhenti dan berlari kembali kamarnya. Dan aku pun ikut berdiri dan mengejar perempuan itu, dan apakah kalian tau siapa perempuan itu? dia orang yang aku semogakan dalam doa dan orang yang selalu ku ceritakan sama mama, ya dia cyindy.

            “cyin keluar kenapa ngumpet sih, ini aku” ucap ku setelah ada di depan kamarnya

Tak lama kemudian dia pun keluar dengan seulas senyum yang terlihat di bibirnya, lalu dia memelukku seakan tak mau kehilangan lagi dan aku ikut membalas pelukannya yang sangat erat, lama sekali kami berpelukan akhirnya papa mama bersama orang tuanya cyindy datang menghampiri kami.

            “Kalian udah saling sama kenal?” tanya ayahnya cyindy

            “Apa kalian tau kalau kita ini bukan hanya kenal, tapi kita itu pernah mengikat janji dan pernah saling punya rasa, tapi semenjak papa bilang ingin jodohin aku dengan seseorang aku pun memutuskan dia” ucapku panjang lebar

Dan  papa sama mama minta maaf sama aku, dan kelanjutan tetang perjodohan ini tetap di lanjutkan. Aku bersyukur kepada Allah, dan aku meminta maaf padanya karna telah bersangka buruk terhadapnya. Aku sangat bahagia, pun dengan cyindy dia sanagt bahagia. 2 bulan kemudian kami pun dinikahkan oleh orang tua kami, akhirnya kami hidup dengan ikatan yang sah tanpa ada kata dosa lagi.

@@@

Kembali kemasa kini

            Hujan mulai reda, dan aku masih saja tengelam pada kenagan masa lalu itu, tapi aku berusaha sadar dari lamunan itu dan beranjak dari dudukku untuk tidur karna malam semakin larut. Setelah redanya hujan ini berakhir sudah pula ceritaku ini karna kenangan tentang itu sudah dibawa kembali bersama aliran air hujan.

 

Lora milenial

Aktifis FLP kompi 17