Salat Istisqo: Lapangan Karamat Dipadati Ribuan Santri

By: Ahmad Imron | 25 Oktober 2019 | 566
Salat Istisqo di lapangan Palengaan Laok
Salat Istisqo di lapangan Palengaan Laok

Potoan Laok- Jumat 25/10/2019 ribuan santri PP. Banyuanyar memadati lapangan Karamat Potoan Laok Pamekasan guna melaksanakan salat istisqo berjamaah. Salat Istisqo merupakan salat sunnah mengharapkan turunnnya hujan, selama beberapa bulan terkahir ini Kecamatan Palengaan dan sekitarnya belum tersentuh air hujan. Sehingga inisiatif keluarga besar Pengasuh Pondok Pesantren Banyuanyar untuk shalat istisqo terlaksana pada jumat pagi tadi 25/10.

Proses salat berjamaah tersebut juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut menunjukkan antusias para masyarakat yang juga mengharap turunnya hujan, khususnya para petani. Mengingat pentingnya kebutuhan air baik bagi kalangan santri maupun kalangan para petani di daerah Kecamatan Palengaan, khususnya dan umumnya untuk daerah-daerah yang juga belum tersentuh air hujan.

Ribuan santri berseragam kopyah putih, baju koko putih dan sarung hijau berjalan mengitari ruas jalan menuju lapangan Karamat yang berada di desa Potoan Laok sekitar 8 km dari PP. Banyuanyar. Moment seperti ini sudah biasa dilakukan di setiap minimnya kebutuhan air dan hujan yang tak kunjung datang.

“Inisiatif ini hadir dari keluarga besar pengasuh PP. Banyuanyar.” Ujar Sekretaris Umum PP. Banyuanyar. ia juga mengutarakan minimnya air di setiap daerah yang cukup lama, “Beberapa bulan tekahir ini banyak sekali daerah-daerah yang membutuhkan air” tambah ayah dari satu anak itu.

Namun selain air sebagai kebutuhan sehari-hari, kegiatan salat istisqo ini merupakan bagian dari Ihya’us Sunnah (menghidupkan sunnah) dan mengenai berhasil turun hujan atau tidaknya “Kita pasrah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala” lanjut Ustadz Masturil Kirom sembari tersenyum penuh harap.

Salat istisqo dilakukan sebagaimana dicontohkan Rosulullah SAW. Salat berjamaah tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammd Syamsul Arifin, Pengasuh PP. Banyuanyar, selepas doa ribuan santri diharap untuk tertib selama kembali ke pondok. Imron