RKH. Muhammad Syamsul Arifin Pernah Jelaskan Peran Ilmu bagi Pemiliknya

By: Ach. Jalaludin | 11 Desember 2021 | 979
ilustrasi oleh jhalal
ilustrasi oleh jhalal

Pernah dalam satu kesempatan penulis mengikuti kajian kitab Tafsir Jalalain karya Jalaluddin asy-Suyuthi dan Jalaluddin al-Mahalli yang dikaji setiap setelah selesai shalat maghrib oleh pengasuh KH. Muhammad Syamsul Arifin semasa hidupnya.

Dalam kesempatan tersebut beliau menceritakan sebuah gajah yang berada di ruangan yang gelap. Di dalamnya ada beberapa orang yang tidak tau seperti apa gajah sebelumnya.

Mereka disuruh untuk mencari tau gajah tersebut seperti apa dengan cara merabanya. Beliau menyebutkan, ada yang yang meraba ekornya, ada yang meraba telinganya dan anggota tubuh lainnya.

Setelah itu mereka disuruh menyebutkan seperti apa gajah dalam kehidupan ini. Kata Beliau sebagian dari mereka ada yang menganggap gajah itu seperti cambuk karena memegang ekornya. Ada yang menyebutkan gajah itu seperti daun talas karena memegang telinganya.

Kemudian Beliau KH. Muhammad Syamsul Arifin menjelaskan, seperti itulah kehidupan tanpa ilmu, gelap dan tidak mengetahui yang sebenarnya.

"Maka ketika ruangan itu diberikan cahaya, orang-orang menjadi tau, oh.. seperti itu gajah yang sebenarnya." Jelas beliau.

Beliau mengumpamakan ilmu itu layaknya cahaya bagi pemiliknya. Cahaya itu menerangi sesuatu hingga menjadi mudah dan jelas bagi pemiliknya. Kemudian beliau membacakan sebuah maqal:

الْعِلْمُ نُوْرٌ

"Ilmu adalah cahaya."

Mudah-mudahan kita sebagai santrinya senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat oleh Allah SWT. serta mendapatkan barokahNya, amin ya rabbal alamin.