Penyusunan Tarjuman atas Keinginan Alumni dan Santri

By: Ach. Jalaludin | 12 April 2021 | 652
iilustrasi oleh Jhalal
iilustrasi oleh Jhalal

Kitab Tarjuman merupakan kitab berbahasa Madura dengan huruf pegon yang ditulis oleh KH. Abdul Hamid bin Istbat (1868 M), beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Banyuanyar. Kitab tersebut sangat dikenal di daerah Madura dan Jawa, di dalamnya mengkaji masalah fikih, tasawuf hingga tajwid. Hingga saat ini, kitab tersebut masih tetap dikaji oleh kebanyakan masyarakat dan alumni Pondok Pesantren Banyuanyar pada khususnya.

Berdasarkan kata pengantar yang ditulis oleh KH. Abdul Hamid Baqir yang merupakan putra Kyai Abdul Majid bin Abdul Hamid, Kitab Tarjuman merupakan kumpulan tulisan atau makalah yang biasa disampaikan oleh KH. Abdul Hamid bin Istbat dalam majlis ta’limnya. Secara implisit disampaikan bahwa KH. Abdul Hamid biasa menulis materi kajian yang akan beliau ajarkan pada santrinya. Oleh karena itu banyak santri yang mencotoh tulisan beliau guna menjaga ilmu yang didapat.

Selanjutnya, Kitab Tarjuman disusun untuk memenuhi permohonan dari santri dan alumni untuk memngumpulkan tulisan-tulisan KH. Abdul Hamid bin Istbat supaya maksud dan tulisan beliau tetap terjaga keasliannya, dengan alasan karena banyak dari para santri yang takut keliru disebabkan kurang dan lebihnya materi yang mereka catat. Oleh sebab itu KH. Abdul Hamid Baqir juga dibantu oleh KH. Ahmad Faqih dari Toronan dalam mengumpulkan tulisan KH. Abdul Hamid bin Istbat menjadi sebuah kitab utuh yang diberinama Tarjuman. Untuk biaya percetakan ditanggung oleh H. Nawawi ibnu H. Ahmad Nur dari Karang Sokon Sumenep.

Kitab Tarjuman tidak lepas dari pendidikan K.H. Abdul Hamid yang banyak diperoleh di Mekkah al-Mukarramah dengan mendapat bimbingan langsung dari ulama-ulama terkemuka, seperti Syeikh Nawawi al-Bantani, dan lainnya. Latar belakang pendidikan ini, menjadi modal bagi KH. Abdul Hamid untuk melanjutkan tradisi pendidikan pondok pesantren (Zainuddin Syarif: 2018).

Tarjuman selesai dikumpulkan dari para alumni dan santri yang asalnya terpisah juga tulisan yang ada di Banyuanyar sendiri menjadi satu buku lengkap dan dicetak pertama kali pada tahun 1970. Sampai sekarang masih tersedia di perpustakaan Itsbatiyah Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan.