Pentingnya Organisasi bagi Santri

By: Admin | 21 September 2018 | 14
Pentingnya organisasi santri
Pentingnya organisasi santri

oleh : Muhsin Salim

SEBAGAI makhluk sosial, manusia ti-dak dapat berdiri sendiri dalam menjalankan kehidupannya. Ia akan selalu bersinggungan dengan ma-nusia yang lain, baik dalam hal yang me-nguntungkan, juga yang merugikan. Ma-ka di sanalah pentingnya keberadaan sebuah organisasi, yang bertujuan agar terjadi persatuan yang erat dari anggota-anggotanya yang notabene memiliki kepentingan dan tujuan yang sama.

Santri pondok pesantren sebagai ba-gian dari makhluk sosial pun dituntut untuk berorganisasi. Karena itu akan me-latih mereka bersosialisasi, juga berinte-raksi dengan banyak orang, dengan segala karakter dan kepribadian serta latar belakang mereka yang beragam.

Di PP. Banyuanyar, berbagai macam organisasi didirikan. Seperti organisasi intra dan ekstra sekolah (OSIS, PMR, Tri-gonometri, GISMI, dll.), juga organisasi santri yang dibentuk berdasarkan kesa-maan daerah asal. Terdapat juga organi-sasi lintas daerah, dan tak sedikit per-kumpulan dari anggota-anggota sebuah institusi pembelajaran. Keberadaan organisasi-organisasi itu adalah peluang bagi santri untuk berorganisasi.

Sebagai orang yang dulu, sebagai san-tri aktif di PP. Banyuanyar, aktif dalam berbagai organisasi, saya sangat merasa-kan banyak manfaat dari organisasi. Baik saat menghabiskan masa libur pesantren di rumah, juga setelah boyong dan me-nyandang status alumni. Di antara man-faat yang saya rasakan adalah memiliki mental yang kuat, terutama saat harus berbicara di depan orang banyak.

Manfaat lain dari organisasi yang saya rasakan adalah melatih leadership (kepemimpinan), memperluas pergaulan dan jaringan, meningkatkan wawasan dan pengetahuan, dan mampu mengatur waktu dengan sangat baik. Berorganisasi adalah ajang pembelajaran kerja yang sesungguhnya sekaligus praktik langsung dari teori-teori yang dipelajari.

Selain itu, berorganisasi juga dapat merangsang kreativitas, memunculkan ide-ide, sehingga akan membentuk pri-badi yang kreatif dan berpikir di luar kerangka baku. Ia juga mengajarkan pa-da kita untuk bisa mencari pemecahan masalah, kerja keras, bertanggung jawab, pantang menyerah, kuat dalam meng-hadapi tekanan, dan tidak suka berpangku tangan.

Terakhir, saya berharap tulisan ini dapat memotivasi para pembaca, khusus-nya para santri, untuk berorganisasi dan aktif di dalamnya. Karena ia adalah ke-butuhan untuk bekal di masyarakat. Apalagi di kalangan masyarakat sudah terbentuk anggapan bahwa santri punya nilai lebih dalam bidang organisasi. Se-hingga, seringkali pada acara-acara khusus, mereka akan dilibatkan sebagai salah satu panitia, bahkan tidak jarang yang dinobatkan sebagai ketua. (*)