Pentingnya Muthalaah dan Murajaah Sebelum Mengajar

By: Ach. Jalaludin | 04 Juni 2021 | 1108
RKH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin saat menghadiri acara wisuda kelas akhir
RKH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin saat menghadiri acara wisuda kelas akhir

Muthala'ah adalah belajar ilmu yang belum pernah dipelajari sama sekali bersama seorang guru untuk mempersiapkan pembahasan dikelas nanti. Sedangkan muraja'ah adalah mengulang, mengingat-ingat pembelajaran atas apa yang telah dimuthola'ahkan oleh gurunya dengan tujuan agar selalu ingat dan paham atas ilmu yang telah didapatkanya tanpa mengurangi dan menambahi.

Kamis, (03/06/21) Ketua Yayasan KH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin, Lc. menghadiri wisuda kelas akhir yang dilaksanakan di masjid Banyuanyar. Dalam kesempatan tersebut beliau menjelaskan pentingnya muthala’ah dan muraja’ah bagi guru tugas sebelum mengjari santri atau siswa di tempat tugas nanti.

“Nanti sebelum mengajar, pelajarannya dimothala’ah dulu, meskipun sangat menguasainya,” jelas beliau, selain mempermudah dalam mengajar, muthala’ah juga dapat menambahkan barakah dan manfaat terhadap pengajar untuk mengajar santrinya. "Karena orang yang ahli apapun, kalau tidak dimuraja'ah aka lupa,” lanjut beliau menjelaskan.

Muraja’ah atau mengulang pelajaran yang telah dipelajari juga tak kalah pentingnya. Dalam hal ini beliau menyarankan kitab yang dikaji di Banyuanyar dirawat sebaik mungkin. “Kitab yang sudah dimaknai jangan disia-siakan, hendaknya dipelajari kembali (dimuraja’ah) atau dimothalaah. Kitab yang sudah dimaknai harus di rawat dan pelajari, jangan hanya ditinggal di pondok.”

Dari saking pentingnya merawat kitab dan memberikan makna dan catatan dalam kitab tersebut, beliau menyarankan untuk mencontoh punya temannya. “Mohon yang kitabnya bolong2 atau yang kurang maknanya nyontoh punya temannya. Siapa tau dibutuhkan kelak,” bisa saja di tempat tugas atau saat sudah di rumah kelak.