Paham Toleransi yang Salah Namun Menjadi Lumrah

By: Naufal El Fany | 17 Januari 2023 | 45
Ilustrasi by @elfanynaufal
Ilustrasi by @elfanynaufal

Telah kita ketahui bersama bahwa bangsa Indonesia merupakan Negara dengan nilai kemajemukan yang cukup tinggi. Ras, budaya,bahasa, dan agama menjadikan bangsa Indonesia beragam , faktornyapun berbeda-beda, salah satunya letak geografis bangsa Indonesia yang strategis juga menjadi faktor Indonesia banyak mendapatkan pengaruh dari luar, yang mana tanpa kita sadari semakin memperkaya budaya bangsa indonesia itu sendiri. Sehingga sikap toleransi menjadi salah sangatlah penting dimiliki oleh setiap warga Negara sebagai salah satu alat pemersatu bangsa. Tanpa adanya toleransi kehidupan yang penuh dengan kemajemukan dan perbedaan ini tidak akan pernah bersatu.

Islam sendiri mengenal toleransi dengan kata tasamuh yang artinya sikap membolehkan atau membiarkan ketidaksepakatan dan tidak menolak pendapat, sikap, atau gaya hidup yang berbeda dengan pendapat. Namun, ketika dihadapkan pada situasi dan kondisi hari ini, dimana Islam dihadapkan pada banyak kritikan yang dipublikasikan oleh orang-orang yang tidak senang dengan islam, seperti ucapan islam adalah agama yang intoleran, diskriminatif, dan ekstrem. Islam dipandang sebagai agama yang tudak mau memberikan kebebasan beragama dan kebebasan berpendapat. Sebaliknya, Islam sarat dengan kekerasan atas nama agama sehingga jauh dari perdamaian, kasih sayang, dan persatuan. 

Media massa telah menjadi salah satu hal penting dalam hal kehidupan masyarakat. Berbagai informasi disajikan melalui media massa seperti televisi dan gadget. Film juga merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang tidak pernah ditinggalkan, tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai media penyampaian pesan melalui audio dan visual. Umumnya film yang akan diputar dibioskop menampilkan footage promotion atau yang biasa kita sebut dengan Trailer. Trailernya terdiri dari beberapa shot yang dipilih, dan berisi beberapa adegan terbaik dalam film. Trailer “The Santri” yang tayang di youtube pada 9 september 2019 sempat membuat geger para pengguna media massa, sebab banyaknya kontroversi serta pro dan kontra yang muncul dalam Trailer film tersebut. The santri sendiri adalah film persembahan PBNU dengan menggandeng livi zheng untuk peringatan Hari Santri Nasional. Kasus kontroversi yang pada film the santri ini karena di dalam trailer di perlihatkan di mana seorang santri putri mengantarkan tumpeng kedalam gereja. Hal lain yang menjadi sorotan utama khalayak juga mengenai seorang santri bertatapan dan berduaan di tempat sepi. Khalayak mempertanyakan bagaimana makna santri yang mereka pelajari bahwa menjaga pandangan dari bukan mahram adalah hal yang tidak lumrah dilakukan santri.

Latar belakang terjadinya konflik agama ini sebabnya cukup komplek. Hal ini merupakan salah satu aksi para pelaku intoleran yang menyimpang yang ingin menghilangkan keanekaragaman di tengah perbedaan yang tidak bisa dihindari lagi, kurangnya kesadaran dalam diri masing-masing warga Negara bahwa agama adalah identitas negara , kurangnya penanaman dan pemahaman tentang prinsip kebebasan beragama, penghormatan kepada agama, dan prinsip persaudaraan menjadi faktor munculnya pergesekan diantara kehidupan beragama yang beragam.

Dengan adanya sikap toleransi, konflik dan perpecahan antarindividu maupun kelompok tidak akan terjadi. Banyak orang menyebut toleransi sebagai kunci utama perdamaian yang patut dijaga. Hal tersebut penting untuk diperhatikan mengingat bangsa Indonesia mempunyai latar belakang perbedaan yang beragam, mulai keyakian, suku, ras, hingga warna kulit.

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak kepada perubahan tatanan masyarakat bukan hanya yang terdapat di perkotaan sebagai daerah industri tetapi pengaruh globalisasi itu berdampak pula di daerah pedesaan. Hal ini, disadari atau tidak telah memberikan pengaruh perubahan paradigma dan sikap masyarakat tersebut.

Persatuan dan kesatuan bangsa saat ini tengah diuji eksistensinya. Sering munculnya konflik horizontal di tengah masyarakat pluralis religius, yang mengarah kepada pertentangan SARA, membuat isu tentang peranan agama bagi kelangsungan hidup yang tentram dan toleran terus menarik untuk diperbincangkan. Sebagai negara yang menempatkan agama sebagai falsafah moral kehidupan berbangsa, adalah penting untuk mengkaji bagaimana peranan pendidikan agama terhadap upaya pemerintah dalam mereduksi konflik yang sering muncul di Tanah Air. Apa yang salah dengan pendidikan agama di Tanah Air sehingga seolah-olah agama sebagai landasan moral bangsa kurang mempunyai peranan signifikan dalam mencegah terjadinya konflik. 

Kesadaran terhadap sikap toleransi dan keberagaman semakin tipis dan menghalangi sikap kebebasan seseorang dalam bertindak. Masyarakat Indonesia sebagai bangsa yang pluralis dan multikultural selayaknya dilihat dari berbagai dimensi dalam rangka mempersatukan keberagaman itu. Sehingga peran pemerintah sebagai pihak yang berkepentingan selayaknya senantiasa menanamkan sikap kebangsaan dan nasionalisme kepada seluruh warganya agar mereka dapat menghayati dan menerima perbedaan yang ada di luar dirinya. Maka dalam hal ini, peran instansi pendidikan baik formal, non-formal dan informal dianggap sebagai lembaga yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai toleransi di dalam diri seseorang (peserta didik).

Pendidikan agama di sebuah sekolah merupakan sebuah mata pelajaran yang wajib diselenggarakan karena peranan dan kontribusi pendidikan agama sangat penting dalam pengembangan sikap toleransi keagamaan, sehingga terciptanya budaya sekolah yang baik. Pendidikan agama Islam dan pendidikan agama lainnya tentu saja pada pengajaran mengenai norma, moral, dan etika yang baik yang bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi pribadi yang baik.

Pendidikan Agama Islam juga tak kalah penting dengan segala jenis pendidikan lainnya. Hal tersebut dikarenakan pendidikan Islam merupakan suatu lembaga pendidikan yang mengajarkan tentang perdamaian dan kerukunan dalam masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 

Peran pendidikan islam apabila merujuk pada Undang-Undang No 55 tahun 2007 pasal 2 ayat 1 dan 2, menjelaskan bahwa pendidikan agama berfungsi membentuk manusia indonesia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama. Pembuntukan sikap toleransi dapat membantu nilai-nilai kebangsaan dalam melalui suatu pendidikan yang harus diusahakan di abad saat ini, karena adanya konflik tentang tindakan intoleransi muncul disebabkan adanya berbagai macam faktor salah satunya kualitas pengetahuan pada nilai kebangsaan yang kurang memahami serta penanaman nilai pendidikan keagamaan
Pendidikan merupakan suatu asesmen dalam suatu penanaman nilai pada toleransi, karena didalam pendidikan terdapat proses pembentukan karakter, sikap dan pemahaman kepada umat manusia.

Bentuk pendidikan yamg baik dan benar akan membentuk karakter kepada peserta didik menjadi lebih baik dan paham akan pentingnya toleransi dalam hidup bermasyarakat. Kunci utama membangun sikap toleransi ada pada pendidikan, sikap toleran harus dibangun melalui pendidikan. Pola pendidikan yang baik dapat membangun sikap toleransi pada peserta didik. Misalnya, harus ada penanaman pada diri anak tentang kesadaran untuk bertoleransi terhadap keyakinan agama yang di anutnya serta sikap keterbukaan untuk menghargai keyakinan atau agama yang dimiliki orang lain tanpa mempermasalahkan.

Toleransi mempunyai unsur-unsur yang harus ditekankan dalam mengekspresikannya terhadap orang lain. Unsur-unsur tersebut adalah:

 

Memberikan Kebebasan Dan Kemerdekaan

Setiap manusia untuk berbuat, bergerak maupun berkehendak menurut dirinya sendiri sendiri dan juga di dalam memilih satu agama atau kepercayaan. Kebebasan ini diberikan sejak manusia lahir sampai nanti ia meninggal dan kebebasan atau kemerdekaan yang manusia miliki tidak dapat digantikan atau direbut oleh orang lain dengan cara apapun, karena kebebasan itu adalah datangnya dari Tuhan YME yang harus dijaga dan dilindungi. Di setiap Negara melindungi kebebasan – kebebasan setiap manusia baik dalam Undang –Undang maupun dalam peraturan yang ada.


Mengakui Hak Setiap Orang

Yaitu suatu sikap mental yang mengakui hak setiap orang di dalam menentukan sikap perilaku dan nasibnya masing- masing. Tentu saja sikap atau perilaku yang di jalankan itu tidak melanggar hak oranglain karena kalau demikian, kehidupan di dalam masyarakat akan kacau.


Menghormati Keyakinan Orang Lain

Dalam konteks ini, di berlakukan bagi toleransi antar agama. Namun apabila di kaitkan dalam toleransi sosial. Maka menjadi menghormati keyakinan orang lain dalam memilih suatu kelompok. 


Saling Mengerti

Tidak akan terjadi saling menghormati antara sesama manusia bila mereka tidak ada saling mengerti. Saling anti dan saling membenci, saling berebut pengaruh adalah salah satu akbibat dari tidak adanya saling mengerti dan saling menghargai antara satu dengan yang lain. Pendidikan Toleransi Mengingat pentingnya nilai toleransi, hal ini harus di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini dilakukan guna menghindari konflik-konflik yang terjadi akibat tidak adanya rasa menghormati dan menghargai orang lain, seperti yang di ungkapkan oleh Tilaar (1999:160) bahwa yang diperlukan dalam masyarakat bukan sekedar mencari kesamaan dan kesepakatan yang tidak mudah untuk dicapai, justru paling penting di dalam masyarakat yang ber-bhineka tunggal ika adalah adanya saling pengertian. Haricahyono (1995:203) mengatakan tujuan pengembangan sikap toleransi dikalangan siswa di sekolah maupun kelompok sosial, disamping sebagai wahana latihan agar mereka lebih lanjut dapat menerapkan dan mengembangkankannya secara luas dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan toleransi dapat dilakukan dalam beberapa pendekatan, yaitu perorangan (personal approach), pendekatan kelompok (interpersonal approach) dan pendekatan klasikal (classical approach) metode penyajiannya pun sangat beragam dan luwes melalui cerita, ceramah, permainan simulasi, tanya jawab, diskusi dan tugas mandiri. Singkatnya setiap bentuk sambung rasa (komunikasi) dapat dimanfaatkan dalam proses pendidikan.

Peran elit agama lokal dan masyarakat setempat mempunyai faktor yang sangat penting dan berpengaruh untuk menjaga supaya toleransi antar umat beragama tetap terjalin.

Indonesia merupakan Negara dengan banyak keanekaragaman, diantaranya suku, budaya, bahasa, dan juga agama, kesemuanya itu berdasarkan pengaruh dari berbagai hal, yaitu letak geografis indonesia yang strategis sehingga mudah mendapatkan pengaruh dari luar termasuk saat zaman penjajahan.

Sikap toleransi dan menghargai tidak hanya berlaku terhadap orang lain, tetapi juga kepada diri sendiri, bahkan sikap toleran harus dimulai dari diri sendiri, Rosulullah SAW mengingatkan agar ia memperhatikan dirinya dan memberi hak yang proporsional: “ Sesungguhnya tubuhmu punya hak (untuk kamu istirahatkan) matamu punya hak (untuk dipejamkan) dan istrimu juga punya hak(untuk dinafkahkan).” (H.R Bukhori).

Yusuf qordhowi dalam bukunya “ ghair al muslim fil mujtamak”. Al islam menyebutkan ada empat faktor utama yang menyebabkan toleransi yang unik selalu mendominasi perilaku umat islam terhadap non muslim, yaitu:

Keyakinan bahwa manusia itu hakikat penciptaannya merupakan makhluk paling mulia dari makhluk lain, apapun agamanya, kebangsaannya, dan rasnya.

Adanya perbedaan bahwa manusia dalam agama dan keyakinan merupakan realitas yang di kehendaki Allah SWT yang telah memberi mereka kebebasan untuk memilih iman dan kufur.

Seorang muslim tidak dituntut untuk mengadili kekafiran seorang non muslim atau menghakimi kafir dan musyriknya orang lain. Hanya Allah SWT yang akan menghakiminya nanti di akhirat.

Keyakinan bahwa Allah SWT memerintahkan untuk berbuat adil dan mengajak kepada budi pekerti yang baik meskipun kepada orang musyrik sekalipun. Allah SWT juga mencela perbuatan dholim sekalipun terhadap kafir.

 

Sovi Alfi Navilah (Mahasiswi STAI Darul Ulum Banyuanyar, Jurusan Menejemen Pendidikan Islam)