MHQ Nasional 2019 Resmi Dibuka

By: Syaiful Hukama Ira | 04 Januari 2019 | 1151
Pemotongan pita tanda dibukanya MHQ Nasional 2019
Pemotongan pita tanda dibukanya MHQ Nasional 2019

BANYUANYAR- Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat Nasional resmi dibuka hari ini, Jumat (04/01/2019). Pembukaan kegiatan yang digawangi SMP-SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar ini bertempat di halaman madrasah, dan diikuti oleh semua peserta yang datang dari berbagai penjuru Nusantara.

Wakil Ketua Umum Pengurus Bidang Madrasiyah Dr.H. Zainuddin Syarif, M.Ag keikutsertaan para penghafal Al Quran dalam avent ini adalah suatu kebanggan.

"Berbagai daerah se-Indonesia dapat mendelegasikan putra dan putrinya guna menunjukkan keberhasilan menghafal Al-Quran. Sehingga dipandang perlu persaingan-persaingan ini tetap terlaksana hingga tingkat Internasional," ujarnya di depan para hadirin. 

Lebih lanjut beliau menuturkan bahwa dalam persaingan tentu ada kemenangan dan kekalahan. Namun dengan berhasil menghafal kalam ilahi ini, menurut beliau adalah sesungguhnya  kemenangan sejati.

"Kemenangan yang sesungguhnya ialah apabila kita menghafal Al-Quran Allah mengadiahkan Syurga kelak di akhirat," ungkap Direktur Pascasarjana IAIN Madura itu. 

Selain itu beliau sangat berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah, termasuk beasiswa dan hal lainnya sehingga hal tersebut motivasi bagi semuanya.

"Semoga ada perhatian dari Pemerintah yang tidak hanya beasiswa saja yang menjadi motivasi, melainkan dengan Musabaqah Hifdzil Quran menjadi anggaran bagi pemerintah untuk dipandang perlu dalam Pendidikan," pungkas beliau. 

Ketua Umum Pengurus Pondok Pesantren, Drs.H. Moh. Khalil Asy'ari menyampaikan kegiatan ini diaharap menjadi pemantik agar semua kalangan dapat gemar membaca Al-Quran. Selain itu bagaimana terus terjalin tali silaturrahim yang kuat.

"Semoga kegiatan ini menjadi pemantik semangat kita agar senantiasa gemar membaca Al-Quran," ungkapnya.

Menurut beliau perhatian Pemerintah masih dibilang kurang terhadap para hafizh. Ini menurut beliau dibuktikan dengan para hafizh terbaik di tingkat Nasional hingga Internasional yang tak diperhatikan. Namun saat atlet olahraga meraih prestasi serupa, justru sangat diapresiasi.

"Buktinya kadang penghafal Al-Quran terbaik di Indonesia berhasil di tingkat Internasional, namun tidak ada upaya untuk memberikan hadiah sebagaimana hadiah-hadiah yang biasa diberikan pemerintah untuk para atlet-atlet bangsa yang juara tingkat internasional," jelas beliau.

Namun bagaimanapun menurut beliau Al-Quran tidak didentik dengan itu, melainkan diidentik degan kesabaran dan keikhlasan, dengan tidak selalu mengharap pamrih dari selain keutamaan yang diberikan oleh Allah subhanahu wata'ala.

MHQ Nasional 2019 resmi dibuka secara simbolik dengan pengucapan basmalah dan pemotongan pita. Dalam hal ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus beserta jajaran pengurus teras Pondok Pesantren Banyuanyar. 

Terakhir, acara ditutup dengan doa.

Pembukaan MHQ ke-6 tingkat Nasional jumlah peserta terdaftar 646 peserta dengan perincian 233 kategori putri dan 413 kategori putra. Setiap peserta mendapatkan fasilitas penginapan dari panitia. 

Terselenggaranya MHQ Nasional ini merupakan bertujuan untuk meningkatkan silaturrahim, guna menjalin kerja sama dalam musabaqah tingkat Nasional. 

(Maron)