Kunci Kebahagiaan Haqiqi

By: Hanif Muslim | 04 Januari 2021 | 243
Banyuanyar.net
Banyuanyar.net

Sebagai mahluk hidup yang berwujud manusia sudah menjadi tabiat dan impian siapapun untuk meraih kebahagiaan. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang ingin hidup sengsara, sekalipun ditanyakan kepada ahli maksiat. “Kenapa mereka melakukan kemaksiatan?” maka mereka pasti akan menjawab, hanya ingin mencari kebahagiaan. Namun,  kebahagiaan itu hanyalah kebahagiaan yang sifatnya semu belaka.
Untuk mencapai kebahagiaan yang haqiqi sebenarnya cukup dengan berpegang teguh pada motto Pondok Pesantren banyuanyar “Tidak ada kebahagiaan kecuali ilmu yang bermanfaat dan bertakwa kepada Allah SWT, karena hal ini yang akan menjadi kemuliaan dan keberuntungan di dunia dan akhirat.”  dari motto ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kunci kebahagiaan hakiki hanya dua, yaitu  ilmu yang bermanfaat, dan takwa kepada Allah SWT.

Ilmu yang bermanfaat saja tanpa takwa tidak akan cukup untuk membawa pada kebahagiaan yang haiqi (keberuntungan dan kemuliaan di dunia dan akhirat), sebab seseorang yang berilmu tanpa takwa akan menjadi ilmuan bajingan, seperti para koruptor, mereka menggabungkan ilmu maling dengan ilmu hukum lalu mengamalkannya di kehidupan mereka.  maka mereka pun mendapatkan kebahagiaan. Tapi, lagi-lagi mereka terjebak pada kebahagiaan yang sifatnya semu belaka, sebab dengan membuat predikasi kebahagiaan  seperti itu mereka justru selamanya  akan dihantui rasa takut. Dan hal itulah yang nantinya akan menyebabkan mereka menutupi kebohongan dengan kebohongan yang lain.

Maka untuk melengkapi hal itu, dibutuhkan takwa kepada Allah SWT. Karena hanya orang yang bertakwalah yang akan mulia di sisi Allah SWT, sesuai dengan firman Allah SWT:
إنّ اكرمكم عند الله أتقاكم   “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian semua di sisi Allah adalah orang yang paling takwa di antara kamu”(QS. Al Hujarat: 13). Adapun takwa itu sendiri adalah melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya, dan untuk mencapai derajat takwa dibutuhkan iman kepada Allah.

Iman kepada Allah hanya bisa dicapai oleh orang yang berilmu. Karena, kuat lemahnya iman seseorang tergantung pada kadar keilmuannya, dari hal itu, dapat diambil kesimpulan bahwa hanya orang yang berilmulah yang bisa bertakwa kepada Allah SWT, sesuai dengan firman Allah إنما يخشى الله من عباده العلماء  “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama'” (QS. Fathir :28)

potongan ayat di atas, menunjukaan bahwasanya ilmu dan Takwa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan untuk mendapatkan kebahagiaan yang haqiqI.

MOH. WASIL AL MUBAROK
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA)