Krisis Moral di Era Digital

By: Naufal El Fany | 15 November 2023 | 858
Gambar: Naufal El Fany
Gambar: Naufal El Fany

Era Digital merupakan perkembangan teknologi yang semakin canggih sesuai perkembangan zaman sekarng dan juga masa ketika imformasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Alat teknologi menjadi alat yang tidak mudah ditemukan, akan tetapi hampir semua aktifitas yang berhubungan dengan media social, seperti: pendidikan, social budaya ekonomi maupun politik selalu memanfaatkan kecanggihan teknolgi untuk mencari inforasi dan membantu setiap kegiatan dalam pemecahan suatu masalah.

Kemajuan teknologi untuk berkomonikasi saat ini telah mempengaruhi banyak pandangan orang terhadap hal-hal dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pandangan terhadap orang tua. Dahulu orang tua masih membiarkan anaknya untuk bermain di luar rumah dengan permainan tradisional bersama anak-anak lainnya. Dapat kita ketahui tegasnya orang tua cara mendidik anaknya dengan zaman sekarang itu sangat berbeda, akan tetapi sekarang orang tua lebih mengandalkan teknologi digital sebagai media permainan bagi anak. Kemudian banyak orang tua berlomba-lomba memberikan akses teknologi digital dan memberikan teknologi digital langsung di genggaman anak.

Adanya era digital saat ini banyak yang berdampak pada masyarakat, baik dampak positif maupun dampak negative. Dampak positifnya adalah memudahkan dalam mencari informasi, hiburan, dan pengetahuan, akan tetapi dampak negatifnya yaitu yang berkaitan dengan prilaku dan tatakrama anak terhadap orang tua atau akhlaq, tidak peduli terhadap orang lain, kehilangan sopan santun dan segala sifat buruk lainnya saat ini sangat krisis. Dengan begitu seorang anak bisa berprilaku demikian karena anak mampu melihat gambar, mendengar musik, menoton video, bermain game, dll baik secara online ataupun offline. 

Sehinga prilaku anak pada dasarnya memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi melalui apa yang dilihat dan ditontonnya, maka pengawasan orang tua terhadap anak menjadikan alat teknologi sebagai edukasi anak, sehinnga anak tidak selektif saat menggunakan alat teknologi.

Interaksi manusia telah digantikan menjadi teknologi digital, seringkali kita tidak menyadari hal ini, yang dapat mengurangi interaksi kita secara langsung dengan orang-orang terdekat yang ada di sekitar, misalnya antara orang tua dan anak di rumah masing-masing sibuk dengan gadgetnya. Padahal gadget sama sekali bukan kebutuhan primer anak. 

Masyarakat mengenal perangkat digital sebagai bukti bahwasanya kecanggihan dan perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Dari berbagai macam pembaharuan teknologi yang ada pada saat ini, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa gadget mampu memikat banyak kalangan. Sebagai orang tua diharapkan mampu mengikuti perkembangan informasi global pada zaman sekarang terkait dunia dan tren anak saat ini, Oleh karena itu, orang tua patut dan seharusnya senantiasa mengawasi dan mengasuh anak dengan baik dan benar.

Orang tua merupakan cerminan yang bisa dilihat atau ditiru oleh anak-anaknya dalam keluarga. Oleh karena itu, pengasuhan anak merupakan serangkaian kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tua. Anak-anak yang terlau sering menggunakan gadget sejak dini terutama bermain game, juga cenderung memiliki kepribadian yang rapu berupa tidak bisa mandiri, cengeng, daya juangnya sangat rendah, sulit menyelesaikan masalah, dan bersikap instan. 

Maka peranan dalam keluarga, terutama yang diperankan oleh orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi manusia, dan keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami oleh anak dalam berinteraksi serta disinilah anak mendapatkan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan di dalamnya. Oleh sebab itu, orang tua mempunyai tanggung jawab untuk memberikan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan yang terbaik untuk anak.

Dalam upaya agar bisa menghasilkan generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas, diperlukan adanya usaha yang konsisten dan kontinu dari orang tua di dalam melaksanakan tugas dengan memelihara, mengasuh dan mendidik anak-anak mereka baik lahir maupun batin sampai anak tersebut dewasa dan atau mampu berdiri sendiri, dimana tugas ini merupakan kewajiban orang tua.

Krisis moral saat ini masih ada dikalangan masyarakat yang ditunjukkan oleh perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang semakin jauh dari nilai-nilai luhur bangsa. Di Indonesia saat ini tengah mengalami fenomena krisis yang sangat pelik. Krisis moral bahkan terjadi di banyak lini kehidupan dan peran, mulai dari keluarga, pendidikan, pekerjaan, hingga politik. Jika situasi berbahaya saat ini ditangani dengan baik da benar, maka akan menjadi titik balik ke arah yang lebih baik. Demikian pula jika tidak ditangani secara serius dapat menimbulkan titik balik yang buruk bagi individu dan kelompok. 

Dapat kita pahami, krisis moral adalah suatu keadaan di mana nilai-nilai baik yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bermasyarakat lagi tidak terapkan. Sehinggal krisis moral saat ini digambarkan sebagai keluaran dari sikap tidak peduli terhadap orang lain, lingkungan, kehilanga sopan santun, menjauhkan diri dari agama, dan segala sifat buruk yang sudah sangat akut dan dapat menyebabkan banyak masalah dalam interaksi social apa bila tidak disadari dan diubah selanjutnya, penyebab krisis moral.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan krisis moral saat ini diantaranya adalah masuknya budaya asing yang mempegaruhi warga Negara indonisia, khususnya generasi muda yang lambat laun menjauh dari budaya bangsanya sendiri. Pesatnya perkembangan teknologi yang sangat mudah dijangkau melalui internet sehingga membuat anak-anak zaman sekarang yang menyalahgunakan kemajuanya seperti mengakses foto, kurangnya pengetahuan diri untuk menganut agama, dan kurangnya kewaspadaan dari keluarga dan diri sendiri pengawasan keluarga khususnya orang tua sangat penting bagi anak untuk meredam adanya krisis moral.

Dampak negatif dari krisis moral memberikan kehidupan yang cukup negatif bagi bangsa dan negara. Dampak krisis moral dikalangan generasi muda adalah tawuran pelajar, balapan liar, kuarangnya rasa toleransi sesama, melakukan tindakan criminal seperti mem-bully, mencuri, banhkan sampai membunuh.

Krisis moral saat ini mengisyaratkan penurunan karakter dan lemahnya kesadaran dalam menjalankan kewajibannya sebagai generasi yang baik di usia muda yang tak terkendali dan tak diperbaiki maka bisa berlanjut hingga dewasa. Krisis moral yang sekarang tidak pandang bulu, tidak pandang kasta dan usia. Ia dapat menyerang siapa saja, dapat menyerang setiap individu yang tidak memiliki pendirian teguh pada dirinya sendiri.

Sebagai masyarakat yang cerdas, kita harus bisa memilah mana yang patut dicontoh dan mana yang tidak. Pemahaman dan kesadaran akan moral harus dipupuk sejak dini. Mulailah dengan pembentukan karakter dan beralih ke lingkungan yang lebih baik. Kita sebagai generasi muda harus mempunyai pendidikan yang berkarakter pada tiap inividu akan lebih terbentuk dan memciptakan rasa empati yang tinggi, serta membentuk sikap yang lebih bertanggung jawab dan disiplin diri. 

(Oleh: Siitti Nur Aisyah, Prodi Menejement Pendidikan Islam, Semester 1)