Ketika Tidur Menjadi Ibadah Paling Utama

By: Ach. Jalaludin | 23 Maret 2021 | 433
Photo oleh jhalal
Photo oleh jhalal

Setiap habis pengajian, Kang Didin selalu menyempatkan diri untuk bertanya langsung tentang materi pengajian yang dibawakan oleh Gus Badrun. Apa yang kurang mengerti dia tanyakan langsung.

Gus Badrun bersikap welcome, bahkan dengan senang hati mendengarkan berbagai macam pertanyaan dari Kang Didin.

"Kang Didin punya masalah apa ko' minta do'a-do'a dari saya." Tanya Gus Badrun.

"Gini Gus, sudah lama saya berdo'a tapi tidak kunjung dikabulkan. Mungkin Gus Badrun punya do'a khusus agar do'a cepat terkabul."

Gus Badrun tidak langsung menjawab, beliau fokus merapikan kitab yang selesai dikaji. Kitab yang biasa beliau kaji terjejer rapi di rak khusus yang ada di tempat penerimaan tamu. Di situ Gus Badrun biasa menjawab berbagai pertanyaan dari jamaah, paling sering tentu Kang Didin.

"Sebenarnya para Kyai itu paling tidak suka kalau dimintai do'a." Jawab Gus Badrun kemudian.

"Lah ko' gitu, Gus?"

"Iya, orang-orang kayak sampeyan ini yang bikin Kyai jengkel. Kang Didin mesti tau, akan sampai di suatu masa, tidur itu merupakan ibadah paling utama."

Kang Didin semakin tidak mengerti dengan maksud Gus Badrun.

"Lebih utama dari sedekah, Gus?"

"Bisa jadi."

"Shalat sunnah, Gus?"

"Bisa jadi juga."

"Apa karena ada pandemi, Gus?"

"Bukan, tapi karena memamg lebih utama. Perbandingannya kata Imam Ghazali begini, ketika Kang Didin ingin shalat malam dan berharap mendapatkan keutamaannya yaitu mendapatkan rejeki misalnya. Tetapi keutamaan itu tidak didapat hingga membuat Kang Didin kecewa, lalu menuntut Allah SWT. Nah, dari pada bawaannya menuntut Allah, lebih baik tidur saja. Nikmatilah tidur untuk beristirahat."

"Maksudnya gimana, Gus, saya masih belum paham."

"Iya, seperti Kang Didin sekarang, mau minta do'a karena tidak cepat terkabul. Dari pada Kamg Didin menuntut Allah untuk mengabulkan do'anya, lebih baik Kang Didin tidak berdo'a. Sama seperti sedekah, dari pada menuntut ganjarannya, lebih baik gunakan rejeki itu untuk keperluan lain, rumah tangga misalnya."

"Oh.. gitu, Gus." Kang Didin menganggukkan kepalanya. Kali ini dia benar-benar mengerti bahwa yang dilakukannya selama ini keliru. Allah lebih tau apa yang pantas dan terbaik untuk kita. Berdo'a adalah upaya mendekatkan diri kita dengan Allah, bukan malah menuntut Allah untuk mengabulkan do'a kita.

"Iya, makanya kalau Kyai diminta do'a, itu yang dibaca adalah do'a keselamatan, bukan do'a sesuai pesanan jamaah. Karena kalau jamaah meminta agar kaya, nanti kalau tidak kaya bawaannya kecewa, yang disalahkan adalah do'anya." Tambah Gus Badrun, kali ini beliau jelaskan panjang lebar kepada Kang Didin.

Sebenarnya bukan hanya Kang Didin yang sering meminta seperti itu, banyak dari jamaah lainnya yang juga meminta do'a kepada Gus Badrun. Tetapi Gus Badrun mendo'akan mereka supaya sehat, selamat dan diberi kemudahan.

"Iya Gus, saya mengerti, maaf selama ini saya keliru, Gus."

Bersambung…