Jangan Lihat Orang dari Tampilannya

By: Ach. Jalaludin | 23 September 2020 | 247
Cerpen : Jangan lihat orang dari penampilannya
Cerpen : Jangan lihat orang dari penampilannya

Don’t Judge Human by His Cover,

Pada abad ke-19, dikisahkan antara Kebenaran dan Kebohongan bertemu, mereka selalu bersama kemanapun mereka pergi, saling melengkapi satu sama lain.

"Lihatlah langit itu, indah sekali!" Kata Kebohongan.

"Iya, indah sekali.." Kebenaran membenarkan, karena saat itu langit memang cukup indah. 

Mereka berjalan hingga sampai di sebuah sumur. Kebohongan melihat sumur itu dan berucap, 

"Bagaimana kalau kita mandi dulu, airnya sangat jernih sekali, lihatlah!" Ajak Kebohongan. 

Kebenaran melihat sumur tersebut, memang airnya jernih, tapi ia ragu jika harus mandi bersama Kebohongan dalam sumur. Tapi karena Kebohongan memaksa, maka Kebenaran menyetujui. 

Di situlah kebohongan berkhianat, saat mereka sedang mandi, Kebohongan keluar mengambil baju kebenaran dan meninggalkan Kebenaran dalam sumur tersebut. 

Kebenaran bingung ketika tau bajunya hilang, ia berlari mengejar Kebohongan untuk mendapatkan bajunya. Namun di setiap langkahnya berlari, ia sering mendapatkan caci maki orang-orang karena telanjang hingga membuatnya malu.Tak kuat akal hal itu, ia kembali ke sumur untuk menyembunyikan dirinya. Ia bingung, keluar dalam sumur adalah resiko, orang-orang akan mencaci-maki dirinya. 

Lain dengan Kebohongan, dia berkelana ke kampung-kampung hingga kota menggunakan baju kebenaran. Orang-orang memuji dan mengagungkan dirinya. Kebohongan tampak bersahaja dengan baju Kebenaran yang ia miliki. Semua orang menghormatinya dan menganggap itu adalah kebenaran. 

Cerita itu sebagai gambaran dunia saat ini. Sangat banyak orang-orang berpakaian bagus dengan identitasnya, mulai dari jas kebanggaan hingga jubah kebesaran. Mereka melambaikan tangan pada orang-orang seolah dia harapan semua orang. Tetapi kenyataannya mereka tengah membohongi publik, dengan tampilan yang dibalut indah dan retorika yang memukau. 

Sedang seseorang yang dalam kebenaran berusaha menginterupsi malah dicaci, dibenci dan difitnah dengan segala macam tuduhan. 

Don’t judge human by his cover, kata-kata itu mungkin sangat berguna untuk saat ini.