Banyuanyar Gelar Istighasah dan Shalawat Bersama

By: Faisal Amir | 01 Januari 2020 | 1189
Istighasah dan Shalawat Bersama
Istighasah dan Shalawat Bersama

BANYUANYAR. 31/12/2019 Acara Istighosah dan Sholawat Bersama, tepatnya Jam 20.00 Wib. Para santri memadati area acara yang bertempat di halaman Pondok Pesantren Banyuanyar. Malam dengan suasana dingin menjadi momen membanggakan di penghujung tahun masehi. Santri antusias dalam acara tersebut, bahkan sebagian ada yang membawa bendera merah putih yang di kibarkan mengikuti alur Sholawat yang menggema merdu.

 

Acara dibuka oleh Ustaz Baisuni Salim Waka. Bid. Ma'hadiyah,  dilanjutkan dengan Istighosah bersama yang dipimpin oleh RKH. Abd. Hannan Tibyan selaku Dewan Pengasuh PP. Banyuanyar dengan harapan bangsa Indonesia tentram, aman, dan baik, serta ummat Islam diberi kejayaan “Khususnya di bumi Nusantara ini dan juga Ummat Islam yang sedang dilanda cobaan seperti di Syiria, Yaman, Uighur dan lainya, semoga diberi ketabahan dan kemenangan” tutur beliau.

 

Adapun Sambutan dan Taujihat disampaikan oleh Ketua Yayasan Darul Ulum Banyuanyar  yakni RKH. Hasbullah Muhammad Syamsul Arifin, di antara yang beliau berpesan untuk rehat sejenak bagi para santri di tengah-tengah kepadatan kegiatan pesantren dengan bersholawat, berdzikir, membaca ayat-ayat Al-Qur'an bersama untuk meningkatkan kesemangatan belajar para santri secara kontinu, beliau juga memetik pesan dari Abuya kita RKH. Muhammad Syamsul Arifin.

"Pesan aba yang saya ingat ketika diantar mondok dulu ialah untuk selalu mengambil faidah setiap hari walau satu faidah” beliau juga berpesan untuk tidak berkawan dengan Zumala' As-Su' (Teman yang tidak baik dengan menjauh sedikit-sedikit agar ia tak tersakiti). Pesan beliau untuk senantiasa mengulangi pelajaran minimal tiga kali.

Lanjut beliau menjelaskan dengan rumus 1 x 10 Lebih baik daripada 10 x 1, yakni maksudnya ialah belajar 1 jam setiap hari lebih baik daripada belajar 10 jam yang hanya 1 hari.

Beliau menganjurkan para santri untuk menuliskan apa yang diingat, dan juga harapan jika bisa santri berkarya dengan menulis sehingga bisa dicatat oleh sejarah kehidupan sebagaimana para ulama' dahulu. Beliau juga mengutip sebuah doa Allahummaftah Qulubana Futuhal Arifn (Ya Allah bukakanlah hati-hati kita sebagaimana terbukanya orang-orang Ahli Makrifat)

 

Setelah itu barulah acara inti, Mauidoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Muntaqo Hasyir dari Tengginah Pamekasan, di antara Mauidoh Penting yang dijelaskan beliau ialah bahwa kita sebagai Ummat Islam haruslah senantiasa mencerminkan Kebaiakan karena sejatinya itu merupakan gambaran dari ajaran Rasulullah Saw, Kullulmuslim Muabbirun an Rosilillah.

Dan kita sebagai manusia memang semestinya melakukan kebaiakan di muka bumi ini, sebagaiamana tujuan awal Allah Ta’ala mencipatakan manusia untuk menjadi pemimpin di muka bumi (waidz qola Robbuka lilMalaikati Inni jailun fil ardi Kholifah) dengan menjaga keberlangsungan kehidupan dan beribadah kepada Allah Ta’ala.

KH. Multaqo Hasyir juga menuturkan bagi kita untuk menteladani Akhlaq Rosulullah SAW, sebagaiaman sahabat ketika bertanya tentang akhlak Nabi saw kepada Sitti Aisyah Ra, beliau menjawab Kana kholuquhul Qur'an, Akhlaq beliau adalah al-Qur'an.

Dan di antara hal utama dari akhlaq beliau yang wajib kita usahakan ialah sabar, pemaaf, bijaksana, dan husnuddhon.

 

Sebelum paripurna acara dimeriahkan dengan Sholawat Bersama, KH. Muhammad Jauhari dari Proppo Tengginah Pamekasan, dengan ciri khas suaranya yang merdu dan mengetarkan jiwa membuat para santri larut khusyuk dalam bersholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.

 

Acara pun diakhiri dengan doa yang dipimpin langsung oleh RKH. Hasbullah Muhamamd Syamsul Arifin. (Sabiq)