Home / Berita / Prodi BSA Tak Menjanjikan, Benarkah?

Prodi BSA Tak Menjanjikan, Benarkah?

“Saya ingin menjadi orang yang diam di rumah, duduk di depan komputer, tapi mendapat penghasilan tetap setiap bulan.” Begitu jawaban Dr. Umar Bukhari, MA., ketika ditanya sahabatnya pada awal-awal masuk kuliah di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.

“Kira-kira pekerjaan apa saja yang seperti itu?” Tanya Dosen lulusan S3 UIN Yogyakarta itu kepada peserta Ayyam At-Ta’aruf yang ke III, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (ATA III STIBA) Banyuanyar di hari kedua yang diselenggarakan di Musholla Putri, pada hari Kamis, 13 September 2019.

Mendapat pertanyaan itu, peserta yang dihadiri oleh sekitar 115 mahasiswa/I sangat antusias dan semangat menjawabnya. Sebagian ada yang bilang menjadi penulis, menjadi translator dan bahkan operator.

Doktor yang sekarang sudah aktif sebagai dosen IAIN Madura itu, mengamini akan jawaban para peserta tersebut, bahwa peluang lulusan Prodi BSA itu bisa menjadi penulis juga bisa menjadi penerjemah. “Dulu, sebelum saya menjadi dosen di IAIN Madura, saya aktif menerjmah buku-buku berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia,” ceritanya.

Acara yang merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap sebelum perkuliahan dimulai ini, langsung dimoderatori oleh Syamsul Afin, M.Pd., selaku PK III STIBA.

Tentunya, acara yang juga dihadiri oleh PK I STIBA, Abd. Muqid, M.Pd.I beserta pimpinan-pimpinan yang lain ini, selain untuk pengenalan budaya kampus, tujuannya juga untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa/I baru tahun akademik 2018-2019.

(Muhammad Muhsin Mu’iz)

Tinggalkan komentar...

About Banyuanyar Media Team

Check Also

Berikut Daftar Nominator Santri Tauladan Tahun 2018

BANYUANYAR –  Sedikitnya ada sepuluh santri yang terpilih sebagai nominator santri taulan Lembaga Pendidikan Islam Darul …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tada’ kaboenga’an angĕng ĕlmo sĕ mampaat sareng tako’ da’ Allataala karana gapanĕka sĕ daddi kaontongan ban kamoldja’an doennja aherat.