- Khidmat, SMP-SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Gelar Wisuda Al-Qur`an XI
- Sembilan Santri MDQ Banyuanyar Jalani Prosesi I`lan Al-Qur`an XXVI, Berikut Daftar Namanya
- I`lan Al-Qur`an XXVI sekaligus Pembukaan MHQ ASEAN 2026 SMP-SMA Tahfidz LPI Darul Ulum Banyuanyar
- Silaturahmi Koordinator Wilayah PJGT/GT, Pertegas Peran Dakwah Sosial
- Transformasi Bersejarah: STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB)
- Wisuda V IDB Banyuanyar: Menuju World Class University dan Penguatan Sinergi Tokoh Nasional
- Rektor IDB Tekankan Amanah Ilmiah dan Mentalitas Problem Solver bagi Wisudawan
- STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura
- El Afest Nasional 2025 STAI DUBA Sukses Digelar, Hadirkan Peserta dari Berbagai Pesantren dan Kampus
- Pelantikan Pengurus OSIS dan ISMI Periode 2025–2026 di PP. Darul Ulum Banyuanyar Berlangsung Khidmat
Prodi BSA Tak Menjanjikan, Benarkah?
STIBA

Keterangan Gambar : Prodi BSA Tak Menjanjikan, Benarkah?
"Saya ingin menjadi orang yang diam di rumah, duduk di depan komputer, tapi mendapat penghasilan tetap setiap bulan." Begitu jawaban Dr. Umar Bukhari, MA., ketika ditanya sahabatnya pada awal-awal masuk kuliah di Program Studi Bahasa dan Sastra Arab.
"Kira-kira pekerjaan apa saja yang seperti itu?" Tanya Dosen lulusan S3 UIN Yogyakarta itu kepada peserta Ayyam At-Ta’aruf yang ke III, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (ATA III STIBA) Banyuanyar di hari kedua yang diselenggarakan di Musholla Putri, pada hari Kamis, 13 September 2019.
Mendapat pertanyaan itu, peserta yang dihadiri oleh sekitar 115 mahasiswa/I sangat antusias dan semangat menjawabnya. Sebagian ada yang bilang menjadi penulis, menjadi translator dan bahkan operator.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Baru STIBA Mengikuti ATA 20180
- Hijrahku dari Ibu0
- Selamat Tahun Baru! Berikut Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun0
- Antara Etika dan Gaya0
- Berikut Daftar Nominator Santri Tauladan Tahun 20180
Doktor yang sekarang sudah aktif sebagai dosen IAIN Madura itu, mengamini akan jawaban para peserta tersebut, bahwa peluang lulusan Prodi BSA itu bisa menjadi penulis juga bisa menjadi penerjemah. "Dulu, sebelum saya menjadi dosen di IAIN Madura, saya aktif menerjmah buku-buku berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia," ceritanya.
Acara yang merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan setiap sebelum perkuliahan dimulai ini, langsung dimoderatori oleh Syamsul Afin, M.Pd., selaku PK III STIBA.
Tentunya, acara yang juga dihadiri oleh PK I STIBA, Abd. Muqid, M.Pd.I beserta pimpinan-pimpinan yang lain ini, selain untuk pengenalan budaya kampus, tujuannya juga untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa/I baru tahun akademik 2018-2019.
(Muhammad Muhsin Mu'iz)
Video Terkait:











