Home / Berita / KH. Abdul Hannan Tibyan : Iktisyaf Lahir di Pondok Pesantren Banyuanyar

KH. Abdul Hannan Tibyan : Iktisyaf Lahir di Pondok Pesantren Banyuanyar

BANYUANYAR – Bergulirnya waktu beriring dengan perubahan. Santri yang mondok saat ini berbeda dengan waktu dulu. Kalau dulu mondok sampai hitungan puluhan tahun, sekarang sebaliknya baru tiga tahun sudah selesai.

Dengan demikian, kemampuan keagamaannya banyak belum maksimal, terutama dalam hal baca kitab. Padahal kemampuan itu menjadi prioritas utama bagi santri.

Oleh karena itu, Metode Belajar Baca Kitab Al-Iktisyaf lahir. Yaitu untuk mengarahkan santri dapat cepat mengetahui cara membaca kitab.

Demikian yang disampaikan KH. Abdul Hannan Tibyan dalam taushiyahnya pada acara Wisuda Anggota Almunazhzhamah liQiraatil Kutub al Arabiyah, Jumat (06/07/2018).

Pada acara yang bertempat di Halaman Blok A itu, beliau menyampaikan bahwa metode Al-Iktiayaf ini lahir di Pondok Pesantren Banyuanyar.

Awalnya beliau mendapat amanah dari Pengasuh PP. Banyuanyar KH. Muhammad Syamsul Arifin untuk bimbingan bagi calon guru tugas.

“Saat itu saya kemudian disuruh berdiam di suatu kamar, untuk menyempurnakan metode ini oleh beliau, dan lahirlah metode al Iktisyaf ini,” kisahnya.

Metode ini awalnya diujikan kepada calon guru tugas.

Selanjutnya, Ra Hannan menjelaskan tentang pentingnya memperdalam ilmu agama. Karena menurutnya, dangkalnya pengetahuan agama, terutama bagi pemimpin, justru akan melahirkan pemimpin yang tidak tahun apa-apa.

(asd)

Tinggalkan komentar...

About Banyuanyar Media Team

Check Also

Mahasiswa Baru STIBA Mengikuti ATA 2018

BANYUANYAR– Rabu 12 September 2018, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa dan Sastra Arab (STIBA) mengadakan Ayamut …

2 comments

  1. assalamuaikum wr.wb
    saya mau bertanya ustadz kalau seumpama ingin ikut belajar dibutuhkan waktu berapa bulan ustadz??
    terima kasih
    wassalamualaikum wr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tada’ kaboenga’an angĕng ĕlmo sĕ mampaat sareng tako’ da’ Allataala karana gapanĕka sĕ daddi kaontongan ban kamoldja’an doennja aherat.