- Khidmat, SMP-SMA Tahfidz Darul Ulum Banyuanyar Gelar Wisuda Al-Qur`an XI
- Sembilan Santri MDQ Banyuanyar Jalani Prosesi I`lan Al-Qur`an XXVI, Berikut Daftar Namanya
- I`lan Al-Qur`an XXVI sekaligus Pembukaan MHQ ASEAN 2026 SMP-SMA Tahfidz LPI Darul Ulum Banyuanyar
- Silaturahmi Koordinator Wilayah PJGT/GT, Pertegas Peran Dakwah Sosial
- Transformasi Bersejarah: STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB)
- Wisuda V IDB Banyuanyar: Menuju World Class University dan Penguatan Sinergi Tokoh Nasional
- Rektor IDB Tekankan Amanah Ilmiah dan Mentalitas Problem Solver bagi Wisudawan
- STAI DUBA Resmi Beralih Bentuk Menjadi Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB) Pamekasan Madura
- El Afest Nasional 2025 STAI DUBA Sukses Digelar, Hadirkan Peserta dari Berbagai Pesantren dan Kampus
- Pelantikan Pengurus OSIS dan ISMI Periode 2025–2026 di PP. Darul Ulum Banyuanyar Berlangsung Khidmat
Cover ATA III STIBA DUBA Pamekasan
STIBA

Keterangan Gambar : Cover ATA III STIBA DUBA Pamekasan
Semua mahasiswa/i, baik yang lama atau yang baru, berkumpul di Mushalla Putri Pon-Pes Darul Ulum Banyuanyar. Mereka sangat antusias mengikuti Mukhadharah Ammah (Stadium General) yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Darul Ulum Banyuanyar. Selain itu, pengurus pesantren serta pimpinan kampus juga ikut serta dalam kegiatan ini. Ada RKH. Amin Zaini Ra'ie, MA., sebagai dewan pengasuh, Abd. Muqid, M.Pd., sebagai PK I STIBA, Syamsul Ar., M.Pd., sebagai PK III STIBA serta pimpinan-pimpinan kampus yang lain.
Kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberikan wawasan tentang keislaman dan kebahasa-araban bagi semua mahasiswa/i sebelum memulai perkuliahan ini, juga diisi oleh pambicara yang kapabel di bidangnya. Beliau adalah Dr. Halimi Zuhdi, M.Pd. yang namanya sudah tidak asing lagi bagi para pecinta bahasa ahli surga di Indonesia. Sedangkan yang bertindak sebagai rais al-jilsah-nya adalah Muhsin Muis, (yang namanya juga tidak asing lagi bagi istrinya :D)
Dalam uraiannya, pada hari Sabtu, 15 September 2018., pria yang aktif sebagai dosen UIN Maliki Malang itu menjelaskan, bahwa pada abad ke VII merupakan masa keemasan Bahasa Arab. Di mana, saat itu, Bahasa Arab sedang naik daun. Ia menjadi trending topik di pelbagai penjuru dunia. Sehingga, orang-orang Eropa pada saat itu mulai mengadopsi kosa-kata Bahasa Arab ke dalam bahasanya.
Baca Lainnya :
- GPI Darul Ulum Banyuanyar Akan Gelar Parisada XV 2018BANYUANYAR 0
- Prodi BSA Tak Menjanjikan, Benarkah?0
- Mahasiswa Baru STIBA Mengikuti ATA 20180
- Hijrahku dari Ibu0
- Selamat Tahun Baru! Berikut Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun0
Salah satu contohnya adalah kata “Cover”. Pria yang juga aktif sebagai penulis itu menjelaskan, bahwa kata “Cover” dalam Bahasa Inggris, yang berarti sampul buku dalam Bahasa Indonesia itu diambil dari kata Bahasa Arab, “???”, yang dalam Bahasa Indonesia memiliki arti tutupan. Karenanya, orang yang menutup pintu hatinya dari kebenaran yang hakiki, maka ia disebut dengan kafir (penutup). Nah, yang dimaksud ??? (Cover) di sini adalah penutup buku.
(EmThree).
Video Terkait:











